Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Meski Diperpanjang, Sekolah Masih Kekurangan Calon Siswa Baru

22 Juni 2019, 13: 16: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MASIH SAMA: Seorang operator PPDB di SMAN 2 Trenggalek menunjukkan daftar peserta yang diterima di sekolahnya kemarin.

MASIH SAMA: Seorang operator PPDB di SMAN 2 Trenggalek menunjukkan daftar peserta yang diterima di sekolahnya kemarin. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Perpanjangan waktu penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dilakukan beberapa jam menjelang penutupan pada Kamis (20/6) kemarin ternyata belum efektif. Pasalnya, di sejumlah SMAN/SMKN tak terkecuali di Kota Keripik Tempe, masih kekurangan calon peserta didik baru. Seperti yang terlihat di SMAN 2 Trenggalek kemarin (21/6).

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, seperti sebelumnya, calon peserta didik baru yang masuk pada SMA tersebut sebanyak 234 anak. Jumlah tersebut terbagi pada perangkingan zonasi sebanyak 162 anak dan perangkingan berdasarkan peringkat ujian nasional (UN) sebanyak 72 anak. Padahal, pagu yang dibuka untuk PPDB online ini sebanyak 257 anak. “Sementara kekurangan siswa di sini sebanyak 23 anak, sama seperti hari kemarin (Kamis, red) sekitar pukul 24.00,” ungkap Kepala SMAN 2 Trenggalek Sugeng Riyono.

Dia melanjutkan, kemungkinan hal tersebut terjadi karena seluruh lulusan SMP/sederajat yang mengambil personal identification number (PIN) sudah melakukan pendaftaran. Selain itu, mereka yang telah mendaftar dan tidak diterima baik pilihan satu maupun dua, tidak bisa kembali mendaftar. Kendati diberlakukan perpanjangan waktu pendaftaran, tidak terlalu memengaruhi jumlah pendaftaran. Berdasarkan data yang ada pada situs resmi PPDB online, sejauh ini (kemarin sekitar pukul 18.00, Red) di wilayah Trenggalek hanya ada dua orang yang mendaftar. “Karena itu tidak terlalu memengaruhi hasil, semoga saja ada kebijakan lain terkait hal ini,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Tulungagung-Trenggalek Riris Etikasari menambahkan, pelaksanaan PPDB online ini merupakan kebijakan Dispendik Provinsi Jatim. Jadi terkait alasan perpanjangan waktu pendaftaran, cabdispendik tidak mengetahuinya secara pasti. “Informasi itu diberikan secara mendadak. Makanya kami tidak bisa menjelaskan secara pasti,” imbuhnya.

Namun, kemungkinan itu terjadi karena ada beberapa SMAN/SMKN di wilayah Jatim yang pagunya belum terpenuhi. Dengan perpanjangan waktu pendaftaran tersebut dan pagu tetap saja belum terpenuhi, kemungkinan ada kebijakan lain terkait hal tersebut. “Tunggu saja informasi lain. Makanya saya selalu informasikan kepada semua pihak agar setiap saat mengikuti situs resmi PPDB ini. Dari situ jika ada kebijakan mendadak, mudah untuk diinformasikan,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) tampaknya harus mengevaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN/SMKN reguler. Pasalnya, ketika pelaksanaan PPDB online hari terakhir kemarin (20/6) termasuk di Kota Keripik Tempe, masih ada sekelumit persoalan yang terjadi.

Mengingat sistem yang digunakan untuk pelaksanaan PPDB online, khususnya pada bagian keterangan siswa yang diterima di sekolah tertentu sempat mengalami kendala. Kemungkinan masih ada perbaikan, mengingat ada sekelompok masyarakat yang tidak suka jika sistem zonasi diterapkan.

Selain itu, disinyalir ada beberapa SMAN/SMKN dengan pagu belum terpenuhi, dilakukan perpanjangan pendaftaran PPDB online. Jadi, penutupan yang sebelumnya dilakukan pada Kamis (20/6) pukul 23.59, menjadi kemarin (Jumat, 21/6, Red) pukul 23.59.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia