Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Satu RT Manfaatkan Sampah untuk Memasak

22 Juni 2019, 12: 32: 43 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

INOVATIF: Darsono menunjukkan api yang menyala dari gas metan di TPA Srabah.

INOVATIF: Darsono menunjukkan api yang menyala dari gas metan di TPA Srabah. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TRENGGALEK – Sejumlah warga yang berdomisili disekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Srabah akhirnya dapat berhemat. Khususnya dalam hal anggaran biaya memasak. Maklum, warga RT 4 Dusun Pagerukir, Desa Srabah, Kecamatan Bendungan ini sudah bisa memanfaatkan fasilitas gas metan yang dihasilkan dari fermentasi sampah dari TPA. Mereka pun tak lagi menggunakan gas jenis elpiji ketika hendak memasak.

Trinem, salah satu warga sekitar mengaku hampir setiap hari menggunakan kompor dari gas metan untuk kebutuhan masak. Apalagi, fasilitas gas metan tak terlalu membutuhkan banyak biaya alias nol rupiah. Penggunaannya pun cukup mudah karena hanya perlu membuka tuas gas lalu memantikkannya dengan korek. “Jarang sekali kami gunakan kompor tabung elpiji,” ungkapnya sembari menyalakan kompor gas metan, kemarin (20/6).

Secara otomatis, lanjut dia, biaya yang dikeluarkan warga sekitar untuk membeli tabung gas elpiji menjadi berkurang. Indikasinya, dalam satu bulan dirinya hanya butuh dua tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg) saja. “Tentu sangat terbantu dengan adanya kompor gas metan ini,” katanya.

Kendati demikian, wanita lanjut usia itu mengaku tetap membutuhkan tabung gas elpiji. Maklum, terkadang kompor gas metan juga ngadat. Biasanya itu terjadi lantaran ada kebocoran maupun penyumbatan di pipa saluran gas. Ketika pipa gas metan mengalami gangguan, maka warga baru menggunakan kompor gas dari elpiji. “Kalau tak mau menyala, baru kita pakai kompor elpiji,” tegasnya.

Hal itu dibenarkan Koordinator TPA Srabah, Darsono. Menurut dia, tiga hari lalu memang ada trouble di saluran gas metan ke arah permukiman warga. Akibatnya, kompor gas metan milik warga tak bisa nyala. “Butuh sekitar empat tangki air untuk menyentorkan ke tabung gas metan,” ungkap pria ramah itu.

Dia melanjutkan, pihaknya akan memperbaiki kerusakan itu dalam waktu terdekat. Karena hari ini (kemarin, Red) masih mengatur sampah di atas tangki gas agar air yang mengandung gas dapat menetes ke tangki dengan sempurna. “Rembesan air sampah ini mengandung gas setelah diolah,” ungkapnya.

Dalam hal lain, gas metan ini aman dipakai warga untuk aktivitas masak. Aman itu dalam kategori minim risiko terjadi meledak. Pasalnya, tekanan gas metan ini tak secepat tabung elpiji. Padahal, tak dimungkiri jika api hasil gas metan ini lebih bagus karena berwarna biru. “Ini aman dari ledakan karena ada sembilan pipa terbuka di atas tangki gas pusat. Namun ketika pipa-pipa tertutup, malah bisa meledak,” ujarnya.

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia