Minggu, 21 Jul 2019
radartulungagung
icon featured
Politik

Tokoh Parpol Rayu Heru Sunaryanta Macung Pilwali 2020

Sudah Kantongi 10 ribu Dukungan

24 Juni 2019, 17: 00: 19 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Heru Sunaryanta

Heru Sunaryanta

BLITAR – Perhelatan pemilihan wali kota (pilwali) masih tahun depan, tetapi suasananya sudah mulai menghangat. Jika sejumlah tokoh politik masih malu-malu mendeklarasikan macung, ada satu tokoh dan pengusaha yang sudah lantang maju untuk bertarung memperebutkan kursi AG 1, sebutan wali kota.

 Tokoh itu adalah Heru Sunaryanta. Ya, bagi warga Kota Blitar, nama Heru sudah tak asing lagi. Selain dikenal  mantan wakil ketua DPRD Kota Blitar, juga pernah macung sebagai wali kota. Yakni pada tahun 2010. Saat itu, mantan ketua DPC Demokrat Kota Blitar itu berpasangan dengan Sholih Muadi. Hanya saja, belum beruntung  perolehan suaranya berada di peringkat ketiga di bawah M. Samanhudi Anwar-Purnawan Buchori dan Anang Triono-Bambang Gunawan.

“Tetap maju (pilwali 2020,red). Menang kalah yang penting tetap tarung, bukan tipe saya   harus malu-malu kalau mau macung” kata Heru dengan singkat.  Untuk memuluskan niatnya itu, dalam beberapa bulan ini diam-diam Heru Sunaryanta sudah membentuk tim. Tim tersebut ditugasi untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. “Aspirasi penting. Kami  ingin melihat seperti apa kondisi di Kota Blitar setelah sepuluh tahun ini,” kata Heru lagi.

 Ternyata, kata Heru, hasilnya di luar dugaan. Banyak yang menginginkan suami dari Heri Puspita ini  untuk macung di pilwali tahun depan.   Warga yang meminta untuk  macung selain dari  mantan konstituen selama menjadi wakil rakyat dan  ketika macung pilwali 2020, juga  kaum milenial. “Nah, kaum milienal ini  yang ternyata juga banyak yang menginginkan bahwasanya kepala daerah yang baru nanti adalah wajah baru. Artinya, benar-benar bersih dari korupsi,” kata pria yang akrab disapa Heru Dimoro ini.

Dan ternyata, kata Heru lagi, dukungan dari warga yang menginginkan dirinya macung bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan laporan timnya di tiga kecamatan, sudah mampu menggaet dukungan sebanyak  10 ribu, lengkap dengan identitasnya. Nah, dukungan  itu penting. Karena menurut Heru, bukan tidak mungkin jika nantinya tidak ada partai yang mengusung, dirinya bakal putar setir  dengan macung melalui jalur independen. “Semuanya serba mungkin. Toh, ketika tahun 2010 lalu saya macung wali kota, juga banyak yang kaget. Yang penting tetap macung,” katanya.

Saat ini, katanya, sudah ada  empat partai yang   mendekati.  Namun, identitas partai itu Heru enggan untuk menjlentrehkan secara pasti. Yang jelas, sudah ada arah untuk mendorong untuk macung. Selain tokoh partai, ada pula para intelektual atau dosen. “Saya ndak usah menyebut.  Yang jelas, lihat saja kejutannya nanti,” katanya.

Di kalangan tokoh politik, Heru sudah kerap turun. Selain pernah menyandang sebagai ketua DPC Demokrat Kota Blitar, juga punya kedekatan dengan tokoh  politik  di Jakarta dan Jawa Timur. 

Heru pernah membuat geger  kalangan dewan ketika  dinobatkan sebagai wakil rakyat DPRD Kota Blitar. Saat itu, gaji pertama selama menyandang dewan, disumbangkan ke orang yang tak mampu. 

Maklum, dari segi ekonomi, Heru sudah tak pusing lagi. Saat ini, saja sudah  memegang kendali hotel ternama di Srengat dan menjadi satu-satunya hotel termegah di wilayah Blitar barat. “Alhamdulillah kalau soal  ekonomi lebih dari cukup. Sudah saatnya lagi untuk berpikir dan bekerja untuk Kota Blitar,”pungkasnya.

(rt/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia