Senin, 26 Aug 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Hina Lambang Negara dan Mirip Wajah Presiden, Pemilik Akun Diperiksa

02 Juli 2019, 16: 48: 12 WIB | editor : Didin Cahya FS

BUKTI : Kasatreskrim menunjukkan bukti postingan dari akun Facebook AK, Selasa (2/7).

BUKTI : Kasatreskrim menunjukkan bukti postingan dari akun Facebook AK, Selasa (2/7). (M. SUBCHAN/ RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Beredar posting-an dari sebuah akun Facebook yang berkonten menghina lambang negara, Selasa (2/7). Akun itu diketahui bernama Aida Konveksi (AK).

Posting-an itu berisi sebuah gambar yang telah diedit dengan lambang negara. Ada dua gambar dalam unggahan itu. Yakni gambar seperti mayat mumi yang berwajah mirip sosok presiden RI saat ini. Pada gambar itu diberi caption The New Fir'aun. Sedangkan gambar lainnya berupa hakim berkepala anjing yang diberi caption Iblis berwajah anjing.

Satreskrim Polres Blitar Kota saat ini sedang menyelidiki posting-an yang diduga berkonten penghinaan lambang negara itu. Polisi sudah memeriksa pemilik akun tersebut. "Ya, yang bersangkutan itu langsung datang sendiri ke polres untuk memberikan terkait unggahan itu," jelas Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, Selasa (2/7).

Sebelumnya, jelas Heri, pihaknya juga telah melakukan patroli cyber atas adanya informasi terkait postingan penghinaan lambang negara itu pada Senin (1/7).

Saat patroli itu polisi menemukan posting-an tersebut. "Dari keterangan yang bersangkutan, dirinya bukan yang meng-upload. Tapi hanya meneruskan  (membagikan posting-an)," terang perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

Berdasar pengamatan radartulungagung.id dari posting-an itu, AK membagikan posting-an itu yang berasal dari sebuah akun bernama Thomas Udin Edison. Oleh Thomas Udin Edison postingan itu telah lebih dulu di-upload grup Facebook, the voice of the people.

 Thomas mengupload postingan itu pada Minggu (30/7). Nah, posting-an yang telah di-upload itu juga muncul di beranda AK. "Pengakuan yang pbersangkutan, posting-an itu muncul di beranda akunnya. Lalu meneruskannya," terang Heri.

Saat ini polisi masih mendalami posting-an yang diduga menghina lambang negara itu. Polisi masih belum bisa menyimpulkan apakah postingan itu masuk unsur pidana atau tidak. "Sedang kami selidiki apakah ada unsur pidananya atau tidak. Kami juga membutuhkan saksi ahli dalam hal ini," tandasnya.

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia