Senin, 26 Aug 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Postingan di Facebook Hina Jokowi, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

03 Juli 2019, 12: 43: 40 WIB | editor : Didin Cahya FS

BUKTI: Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar (tengah) menunjukkan posting-an pemilik akun FB yang sebarkan penghinaan hina lambang negara.

BUKTI: Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar (tengah) menunjukkan posting-an pemilik akun FB yang sebarkan penghinaan hina lambang negara. (M. SUBCHAN/ RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Hingga hari ini Polres Blitar Kota belum menetapkan IF, warga Sanankulon yang membagikan posting-an berkonten penghinaan terhadap Jokowi di akun Facebook-nya tersangka.

Sebab, polisi masih harus memeriksa saksi-saksi lain. Penetapan tersangka nantinya harus melalui sejumlah tahapan termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan saksi ahli. Setelah itu baru dilakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangkanya.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, belum menetapkan tersangka terhadap IF pemilik akun Aida Konveksi yang membagikan posting-an bernuansa penghinaan itu. Polisi saat ini masih fokus memeriksa saksi-saksi. "Sudah ada empat kami periksa," jelasnya di Mapolres Blitar Kota, Rabu (3/7).

Empat saksi yang terlibat itu, jelas Heri, merupakan saksi yang mengetahui IF saat menyebarkan postingan penghinaan itu di FB. Dan saksi yang sempat memperingatkan terhadap posting-an itu. "Nanti akan berlanjut terus. Kami juga terus kumpulkan barang bukti lain," terangnya.

Hari ini pihaknya juga berencana untuk meminta keterangan terhadap dua saksi ahli. Yakni ahli bahasa dan ahli pidana. "Kami sudah mengirimkan draft pertanyaan kepada ahli. Penyidik kami sudah berangkat ke Surabaya (Polda Jatim)," ujar perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

Sejak Senin malam (1/7) posting-an IF itu viral di medsos, polisi langsung menindaklanjutinya. Saat itulah IF langsung datang sendiri ke Polres Blitar Kota untuk memberikan keterangan terkait posting-an yang disebarkannya itu.

Perempuan 44 tahun itu langsung menjalani pemeriksaan sejak Senin malam (1/7) hingga selesai kemarin Selasa (2/7). Selama pemeriksaan itu, IF juga didampingi kuasa hukumnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar posting-an dari sebuah akun Facebook yang berkonten menghina lambang negara, Selasa (2/7). Akun itu diketahui bernama Aida Konveksi (AK).

Postingan itu berisi sebuah gambar yang telah diedit dengan lambang negara. Ada dua gambar dalam posting-an itu. Yakni gambar seperti mayat mumi yang berwajah mirip sosok presiden RI saat ini, Jokowi. Pada gambar itu diberi caption The New Fir'aun.

Sedangkan gambar lainnya berupa hakim berkepala anjing yang diberi caption Iblis berwajah anjing. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia