Minggu, 21 Jul 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Akun FB Hilang, Alasan IF Karena Dihapus Kominfo

03 Juli 2019, 15: 25: 55 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Akun FB Hilang, Alasan IF Karena Dihapus Kominfo

BLITAR KOTA - Satreskrim Polres Blitar Kota masih membutuhkan barang bukti lainnya untuk penetapan tersangka kasus postingan menghina Jokowi yang diduga disebarkan IF, warga Kecamatan Sanankulon.

Salah satu buktinya adalah jejak digital berupa akun milik IF bernama Aida Konveksi. Akun itu telah hilang sejak Minggu malam (30/6) setelah IF membagikan postingan penghinaan terhadap Jokowi itu. "Pengakuan yang bersangkutan (IF), postingan dan akunnya itu hilang karena dihapus Kominfo," jelas Kasar Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, Rabu (3/7). 

Pengakuan itu, jelas dia, disampaikan kepada suami IF. Saat itu, sang suami menanyakan perihal postingan menghina Jokowi di akun FB istrinya, IF, hingga sempat viral. "Berdasar pengakuan suaminya yang kami terima, istrinya mengakui jika akunnya sudah dihapus oleh Kominfo ( Dinas Kominfo Kabupaten Blitar)," beber Heri. 

Suami IF kala itu juga sudah berusaha memperingatkan agar menghapus postingan tersebut. Sebelumnya, sang suami juga diberitahu oleh temannya jika IF membagikan postingan berkonten negatif. 

Heri menerangkan, pasca IF menyebarkan postingan itu pada Minggu malam (30/6), sudah banyak temannya yang memperingatkan. Ada yang memperingatkan lewat telepon dan ada melalui pesan Whats Aps (WA). Namun, ketika IF membuka akunnya sudah tidak bisa atau diblokir.

Nah, karena menjadi viral, polisi langsung menindaklanjutinya. Polisi melakukan patroli cyber.  "Dari situ, kami langsung amankan yang bersangkutan," ujar polisi ramah ini. Saat ini polisi masih menunggu alat bukti lain untuk bisa ditingkatkan ke penyidikan. 

Selama proses pemeriksaan berlangsung, IF bersikap kooperatif. Dia mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan dengan tertib dan sesuai prosedur. 

Terpisah, Kuasa Hukum IF, Oyik Rudi Hidayat menyatakan, mengikuti proses hukum di kepolisian yang sedang berlangsung. Pihaknya belum menentukan langkah lebih lanjut terkait postingan itu. "Kami ikuti proses pemeriksaan dulu di kepolisian. Statusnya dia (IF) saksi," terangnya. 

Kepada kuasa hukumnya itu, IF mengaku menyesal atas perbuatannya itu. IF juga meminta maaf kepada publik terhadap apa yang telah dilakuannya. "Klien minta maaf kepada publik. Karena ini kan sudah viral ya. Dia juga menyesal. Itu saja," ungkapnya.

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia