Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Politik

Selamat, dr Syahrul Alim Nakhoda Anyar DPC PDIP Kota Blitar

Pada Konfercab di Malang

08 Juli 2019, 20: 21: 18 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TAK MENYANGKA: Dari kiri  Said Nofandi, Bayu Setyo Kuncoro dan dr Syahrul Alim usai menerima rekomendasi dari DPP PDIP

TAK MENYANGKA: Dari kiri  Said Nofandi, Bayu Setyo Kuncoro dan dr Syahrul Alim usai menerima rekomendasi dari DPP PDIP (PDIP Kota Blitar For RadarTulungagung.id)

BLITAR KOTA – DPC PDIP Kota Blitar semakin sigap untuk menyongsong pertarungan politik di tahun-tahun mendatang. Pasalnya, tahun ini diisi oleh dua pemuda yang sudah kenyang dengan pengalaman di kursi dewan. 

Iya, DPC PDIP Kota Blitar baru saja menggelar konferensi cabang (konfercab)  di Kota Malang. Yakni tepatnya di Hotel Savana pada Minggu (07/07). Konfercab yang dihadiri sejumlah pentolan DPP PDIP itu  diadakan bersama dengan sejumlah daerah-daerah lain. Salah satunya seperti Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang juga mantan wali kota Blitar.  

Dalam konfercab itu  DPC PDIP Kota Blitar akhirnya  memiliki nakhoda anyar. Yakni dr Syahrul Alim yang juga wakil bendahara DPC plus menjadi wakil rakyat aktif di DPRD Kota Blitar.  Dr Syahrul Alim menggantikan Said Nofandi yang sebelumnya  menggantikan M. Samanhudi Anwar. Selain dr Syahrul Alim, dalam konfercab juga  terpilih Bayu Setyo Kuncoro SH sebagai sekretaris dan Said Nofandi sebagai bendahara. 

LANGSUNG DARI MEGA: Surat rekomendasi dari DPP untuk DPC Kota Blitar.

LANGSUNG DARI MEGA: Surat rekomendasi dari DPP untuk DPC Kota Blitar.

Dua nama terakhir itu di kepengurusan DPC PDIP duduk sebagai kader penting. Said menduduki sebagai wakil kepala bidang (wakabid) pemenangan pemilu. Sementara Bayu Setyo Kuncoro SH sebagai ketua PAC Sananwetan. Duet dr Syahrul Alim dan Bayu Setyo Kuncoro di  DPC PDIP Kota Blitar menjadi sejarah baru. Pasalnya, keduanya merupakan tokoh politik ternama dan selama ini dikenal sebagai pemuda. 

Terpilihnya dr Syahrul Alim sebagai  ketua DPC merupakan instruksi atau restu langsung dari DPP PDIP. Bahkan, dalam surat  bertajuk rekomendasi  rancangan calon ketua, sekretaris dan bendahara DPC PDIP Kota Blitar masa bakti 2019-2024 itu ditandatangani  langsung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan sekretaris jenderal Hasto Kristiyanto. Surat rekomendasi bernomor 5452/IN/DPP/VII/2019 dikeluarkan di Jakarta pada 5 Juli  2019 atau dua hari sebelum pelaksanaan konfercab. 

Dalam surat rekomendasi itu memutuskan intinya merekomendasikan  rancangan calon ketua, sekretaris, bendahara DPC PDIP Kota Blitar masa bakti 2019-2024. Di antaranya ketua dr Syahrul Alim, sekretaris Bayu Setyo Kuncoro dan bendahara Said Nofandi, ST.  DPP juga menginstruksikan kepada tiga nama untuk melaksanakan rekomendasi sebagai ketua, sekretaris dan bendahara  terpilih untuk kemudian ditetapkan  dan disahkan dalam konfercab  DPC PDIP Kota Blitar. 

Bayu Setyo Kuncoro,  SH   mengatakan pada konfercab di Malang itu berlangsung dengan aman dan lancar. “Tidak ada kendala berarti. Toh ini juga sudah menjadi tradisi bagi partai kami. Ini juga untuk kepentingan bersama,” kata Bayu. Sebelumnya, kata Bayu, nama-nama yang disodorkan ke DPP itu  juga hasil saringan dari bawah. Artinya, usulan dari DPC yang sebelumnya dari PAC dan selanjutnya oleh DPC diteruskan ke DPP. “Hingga akhirnya  yang direstui oleh DPP adalah tiga nama tadi,” katanya.  Di antara nama-nama yang diusulan oleh DPC seperti Henry Pradipta Anwar, dr Syahrul Alim dan Bayu Setyo Kuncoro. 

Sementara itu, Ketua DPC  PDIP Kota Blitar dr Syahrul Alim sama sekali tak menyangka DPP  menunjuk dirinya sebagai nakhoda anyar. Sebagai kader tulen dan taat, dengan penuh tanggungjawab siap untuk menjalankan tugas dan amanah yang diberikan. “Sudah pasti siap. Ini juga instruksi dari DPP dan tentunya juga  restu dari bawah. Mudah-mudahan bisa menjalankan amanah dengan baik,” kata  pria berpenampilan kalem  ini. 

 Pasca terpilih sebagai ketua, dr Syahrul Alim bersama Bayu Setyo Kuncoro serta Said Nofandi bakal turun ke bawah.  Pekerjaan yang bakal dikerjaan yakni mensolidkan organisasi. Apalagi tak lama lagi, Kota Blitar bakal punya gawe coblosan menentukan  kepala daerah atau wali kota pada 2020 nanti. “Yang pertama  mensolidkan organisasi dulu. Kalau untuk pilwali itu nanti,” kata pria yang juga dokter di RS Syuhada Haji Blitar ini.

(rt/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia