Minggu, 21 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Features
Rela Punguti Sampah

Perjuangan Uky Tantra Menjaga Lingkungan Tetap Bersih dan Berseri

Mengenakan Kostum Kresek

10 Juli 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

PEDULI LINGKUNGAN: Uky Tantra saat mengenakan kostum Kresekmen.

PEDULI LINGKUNGAN: Uky Tantra saat mengenakan kostum Kresekmen. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

Layaknya Super Hero, Kresekmen menumpas seluruh "musuhnya" yang menimbulkan penyakit hingga kuman. Tunggu dulu, musuhnya bukan monster atau robot, melainkan sampah. Sampah yang tidak termanajemen itu menjadi lawan utama.

MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH

Uky Tantra masih ingat betul aksinya ketika memungut sampah di tengah-tengah kerumunan orang pada awal April. Saat itu dirinya menjadi pusat perhatian banyak orang.

Bukan karena aksinya memungut sampah, melainkan penampilannya yang nyeleneh. Bisa dianggap seperti orang kurang waras. Bagaimana  tidak, saat itu Uky memungut sampah dengan mengenakan pakaian dari kresek yang telah dimodifikasi.

Kresek hitam besar yang biasa digunakan untuk wadah sampah itu disulap menjadi rompi. Kemudian memakai topeng dari kresek warna merah. Sambil memikul kresek besar hitam, dirinya memunguti sampah yang berserakan.

Kala itu dirinya menjadi pahlawan pembasmi sampah. Sampah yang berserakan di tanah langsung dipungut dan dimasukkan ke dalam kresek. "Waktu itu pas acara Bazar Blitar Jadul (April lalu, Red) di Alun-Alun Kota Blitar," ujar Uky kepada Jawa Pos Radar Blitar saat ditemui di kediamannya, Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro ini, kemarin (9/7).

Dari keberanian itu, seketika aksinya menjadi viral di media sosial. Sosok pahlawan pembasmi sampah itu menjadi perbincangan netizen. Pahlawan itu adalah Kresekmen. Dialah Uky Tantra. "Saat itu saya mengajak teman saya. Kami berdua. Hanya saya yang pakai kostum ini," terangnya sambil menunjukkan kostum yang dikenakannya itu.

Melalui aksi dan penampilannya yang menarik sekaligus tampak nyeleneh itu, Uky sukses menarik perhatian banyak orang. Namun, tujuan utama dari aksi nekatnya itu adalah masyarakat bisa tergerak. "Bisa sadar tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga membuang sampah pada tempatnya," ungkap pria 32 tahun ini. Lewat aksinya itu berharap bisa menimbulkan efek psikologis kepada masyarakat. Bahwa ketika Kresekmen hadir di tengah-tengah lingkungan yang kotor dan memungut sampah, masyarakat akan malu. "Mereka (masyarakat, Red) akan membantu membersihkan sampah," kata pria yang juga guru seni dan olahraga di salah satu sekolah alam ini.

Uky menceritakan, sosok Kresekmen sebenarnya sudah lama ada. Sosok itu dimunculkan pada 2013 lalu. Namun, dulu belum mengenakan kostum full seperti sekarang. Hanya penutup wajah dari kresek.

Bahkan, sosok Kresekmen itu sudah dibuat komik dan stiker. Ketika usai beraksi membersihkan sampah, Kresekmen membagikan stiker kepada masyarakat. "Kresekmen juga memberikan edukasi tentang sampah kepada masyarakat," jelasnya.

Kala itu, Kresekmen hadir karena melihat banyak masyarakat yang kurang sadar akan kebersihan lingkungan. Mulai dari sungai, kali, hingga pasar. Banyak orang yang membuang sampah bukan pada tempatnya. Dari persoalan itulah, Kresekmen diciptakan untuk bisa menarik simpati orang-orang agar ikut perhatian dengan sampah. "Awalnya itu kami dari pecinta alam (PA) memiliki kegiatan rutin bersih-bersih sampah di kali atau disungai. Karena aksinya tidak ada dampak di masyarakat, makanya kami ciptakan sosok Kresekmen," beber pria yang masih melajang ini.  

Saat itu aksi Kresekmen belum begitu dilirik masyarakat secara luas. Namun, seiring berkembangnya media sosial, aksinya itu menjadi perhatian masyarakat luas.

Apalagi dengan modifikasi pakaian Kresekmen yang semakin menarik. Modifikasi kostum Kresekmen itu terinsipirasi dari komik yang dibuatnya. "Mungkin saya berencana akan membuat komiknya lagi agar lebih dikenal banyak orang. Ini saya juga lagi buat kausnya," katanya.

Di Kresekmen, hanya Uky lah yang mengenakan kostum ala Super Hero itu. Meski harus menanggung malu karena dianggap tidak waras, dirinya tetap percaya diri. Memang dialah yang memelopori Kresekmen itu. "Ini kostum saya buat sendiri," terangnya.

Dia berharap, sosok Kresekmen tidak hanya dirinya. Tapi orang lain juga bisa menjadi Kresekmen. Makanya, misi Kresekmen tidak sekadar bersih-bersih dan pilah-pilah sampah, tetapi juga mengedukasi.

Mengedukasi bagaimana sampah seharusnya diperlakukan. Sampah yang baik adalah dipilah-pilah sendiri. "Tujuan utama kami ya edukasi itu. Masyarakat bisa sadar akan sampah," jelas pria yang juga mahir menggambar ini.

Berkat perjuangannya itulah, kini sosok Kresekmen semakin dikenal masyarakat. Dikenal sebagai pahlawan lingkungan. "Alhamdulillah akhirnya aksi kami direspons masyarakat. Buktinya, ketika ada orang yang mem-posting sungai atau tempat yang banyak sampah, Kresekmen selalu disebut-sebut. “Mana nih Kresekmen," ungkapnya lantas tersenyum.

Dari posting-an itulah, Kresekmen hadir untuk membersihkan. Setelah bersih, hasilnya lalu diunggah di medsos. "Setelah saya beri caption 'lain kali bersih-bersih bareng ya'," ujarnya.

Kresekmen ingin selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Pihaknya kini berupaya kerja sama dengan pemerintah dan sejumlah komunitas untuk membuat gerakan bersih-bersih. "Barusan kami juga bergabung dengan DLH (dinas lingkungan hidup) bersih-bersih di Pasar Wlingi. Minggu (7/7) lalu di Sungai Bukur di Desa Ploso, Kecamatan Selopuro," pungkasnya. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia