Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Boleh Bawa Magic Com asal Masuk Koper

11 Juli 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

PROSES PENUKARAN: Panitia haji mendistribusikan koper bagi CJH pada Rabu (3/7) lalu.

PROSES PENUKARAN: Panitia haji mendistribusikan koper bagi CJH pada Rabu (3/7) lalu. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Sebanyak 1.403 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Marmer akan berangkat ke Tanah Suci beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 16 dan 17 Juli mendatang. Untuk itu, penting bagi CJH mulai mempersiapkan diri sebelum keberangkatan. Sebab, pihak maskapai Arab Saudi telah menetapkan beberapa aturan terkait kapasitas barang yang boleh dibawa oleh CJH.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung Ngudiono melalui Kasi Penyelenggara Haji Umrah (PHU) Kemenag Tulungagung Imam Saerozi pun mengimbau CJH untuk memperhatikan setiap ketentuan yang ditetapkan. “Salah satunya, hanya boleh membawa tas bawaan yang sudah disediakan. Seperti koper, tas passport, dan tas tenteng,” jelasnya.

Saerozi menjelaskan, barang-barang yang tidak boleh dibawa di antaranya senjata tajam, benda yang mengandung racun, peledak, dan air keras. Tak kalah penting untuk memperhatikan berat kapasitas yang ditentukan.

Dia tak menampik, terkadang masih banyak CJH yang membawa barang-barang yang tidak seharusnya. Salah satunya membawa cobek. “Untuk tas tenteng, maksimal tidak lebih dari 7 kilogram (kg). Kalau untuk koper, maksimal 32 kg, jangan lebih,” urainya.

Sementara itu, terkait pendistribusian koper CJH, pria ramah ini mengatakan, proses distribusi selesai dilakukan. Semua koper didistribusikan kepada CJH melalui kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Mengenai 30 koper CJH yang rusak, Saerozi menuturkan, koper tersebut masih proses penukaran di Asrama Haji, Surabaya. Sebab, beberapa waktu lalu jumlah koper cadangan sempat kosong sehingga pihak Kemenag harus menunggu terlebih dahulu. “Baru hari ini (kemarin, Red) kami bawa ke Surabaya karena memang kemarin masih kosong stoknya untuk cadangan. Yang jelas, pasti akan ditukar dengan yang baru,” jelasnya.

Sebagai informasi, 30 koper CJH ditemukan rusak sebelum didistribusikan pada CJH. Rata-rata koper ini rusak pada bagian jahitan dan roda. Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, ada 1.403 jamaah akan berangkat pada pertengahan Juli mendatang. Jumlah ini terbagi dalam lima kloter. Yakni kloter 32, 33, 34, 35, dan 36.

(rt/nda/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia