Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Harga Cabe Rawit Tembus Rp 65 ribu, Emak-emak Beralih ke Cabe Kering 

18 Juli 2019, 16: 34: 48 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Harga Cabe Rawit Tembus Rp 65 ribu, Emak-emak Beralih ke Cabe Kering 

BLITAR KOTA - Harga cabe rawit hingga kini belum juga normal. Bahkon, kini harga bumbu dapur tersebut sudah tembus mencapai Rp65 ribu. 

Meroketnya harga cabe yang terus menerus itu membuat warga maupun ibu rumah tangga (IRT) atau emak-emak harus memutar otak. Salah satunya dengan menyiasati beli cabe kering. 

Seperti yang dilakukan Mariyati, salah satu pembeli di Pasar Legi. Dia mengaku, harus membeli cabe kering untuk menyiasati harga cabe rawit yang mahal. "Selisih harganya cuma Rp 1000. Lebih murah dari cabe rawit," ujarnya kepada radartuluagung.id, Kamis (17/8). 

Dia membeli cabe kering sebanyak 1 ons. Harganya Rp6 ribu. Di banding dengan cabe rawit 1 ons dijual Rp7 ribu. "Kalau cabe kering bisa disimpan lama di lemari es. Biasanya sebelum dimasak saya rendam dulu dengan air hangat agar lebih pedas. Ini untuk dimakan sendiri, soalnya keluarga besar," kata ibu rumah tangga ini. 

Sebelumnya, minggu yang lalu harga cabe rawit mencapai Rp50 ribu per kilogram. Harga itu dirasa sangat tinggi hingga membuat pedagang harus mengurangi stoknya. Sebab, pembeli juga mengurangi jumlah cabenya. "Ya, yang biasanya beli 1 kilogram (kg), sekarang hanya setengah kg karena harganya naik," terang salah satu pedagang Pasar Legi Mujiati, Kamis (18/7). 

Mujiati mengaku, tidak merugi dengan harga cabe yang terus meroket tersebut. Makanya, untuk mengantisipasi kerugian dirinya mengurangi pasokan cabe rawit yang dijual. "Sekarang ya kisaran 80-100 kg cabe per hari. Biasanya pas harga normal saya stok 1,5 kuintal," ujar perempuan berkacamata ini. 

Dengan mengurangi stok cabe yang dijual itu maka tidak ada cabe yang tersisa banyak. Pedagang tidak khawatir cabenya busuk. "Ya, kalaupun sisa nggak banyak. Jadi bisa dijual lagi besoknya. Nanti dicampur dengan cabe baru," ujar Mahmud, pedangan bumbu dapur lain di Pasar Legi.

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia