Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Politik

Digadang-gadang Jadi Bacawali, Begini Tanggapan dr Hasyim

31 Juli 2019, 19: 19: 45 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Bakal Calon Walikota Blitar : dr. H. Mafrurrochim Hasyim MARS

Bakal Calon Walikota Blitar : dr. H. Mafrurrochim Hasyim MARS

BLITAR-Jelang  tahapan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Blitar  pada September ini, sejumlah tokoh mulai bermunculan. Para tokoh itu digadang-gadang bakal dijagokan sebagai calon atau kandidat AG 1, sebutan calon wali kota.

 Selain dari pengusaha, kini  mulai santer dibicarakan munculnya tokoh yang berasal dari praktisi kesehatan  alias dokter. Yakni  dr. H. Mafrurrochim Hasyim, MARS yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Blitar. Kemunculannya di konstelasi  perhelatan pilwali tahun mendatang  pun banyak yang tak menyangka. Pasalnya, selama ini mayoritas yang macung menjadi bacawali mereka yang punya background partai politik (parpol).

Dr. H. Mafrurrochim Hasyim dikonfirmasi via telepon seluler mengakui ada yang mendorong untuk mengikuti  atau unjuk di ajang pesta demokrasi lima tahunan tahun 2020 mendatang. Mereka menginginkan ada warna atau  suasana lain yang turun di pilwali. Dengan begitu, pemilih punya pilihan yang lebih banyak. “Kalau saya pribadi  ya sah-sah saja kalau ada yang mendorong saya untuk macung. Dan saya siap-siap, dengan syarat sesuai dengan prosedur lhoo ya,” kata Hasyim.

 Soal partai pengusung, Hasyim enggan untuk  menjlentrehkan. Pasalnya, macung menjadi bacawali bisa dengan kendaraan politik, bisa juga dengan dukungan atau  jalur independen. “Yang penting dan perlu dicatat,  saya juga wong Blitar, ya sudah kewajiban juga  memikirkan Kota Blitar juga,” kata pria kelahiran tahun 1966 ini.

 Bapak tiga putri ini menjelaskan, bahwasanya di setiap agenda lima tahunan, memang banyak bermunculan tokoh-tokoh yang digadang-gadang menjadi bacawali. Mulai dari tokoh politik, birokrasi, akademisi, kesehatan hingga pengusaha. Bahkan, wong biasa  juga tak masalah. Dan itu menurut Hasyim sinyal positif. Pasalnya, menunjukkan pendidikan politik di Kota Blitar sudah sangat mengena. “Kan bagus to.  Toh semua warga punya hak untuk dipilih dan memilih. Dan saya yakin warga Kota Blitar kini juga  lebih pandai,” kata dokter jebolan Unissula Semarang ini. 

Nama Hasyim di kalangan kedokteran di Kota Blitar sudah taka sing lagi. Selain menjabat sebagai ketua IDI Kota Blitar, juga menjabat sebagai pentolan atau direktur  RS Syuhada Haji Blitar. Selain itu seabrek organisasi juga diembannya. Di antaranya ketua UTD PMI Kota Blitar, Ketua DPC Granat Kota Blitar,  pengurus Asosiasi RS NU atau Arsinu Jawa Timur, ketua takmir masjid RS Syuhada Haji Blitar dan lain sebagainya. Banyaknya jabatan yang diemban  dr  H. Mafrurrochim Hasyim   sudah tak bisa dipungkiri lagi. Pasalnya, pria berkumis tipis  ini dikenal cekatan  dan tegas dalam berorganisasi. 

Sebelumnya,  sudah ada sejumlah tokoh yang  lebih dulu muncul ke permukaan jelang pilwali.  Seperti Heru Sunaryanta (pengusaha), Purnawan Buchori (mantan wakil wali kota Blitar), hingga petahana Santoso.  Jika tidak ada aral melintang,  tahapan pilwali digelar pada September. Sementara coblosan digelar pada pertengahan tahun depan.

(rt/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia