Senin, 26 Aug 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Hari Jadi 695: Menuju Blitar Kang Kawentar

07 Agustus 2019, 15: 09: 17 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Hari Jadi 695: Menuju Blitar Kang Kawentar

KABUPATEN BLITAR, Radar Blitar - Senin (5/8) atau hari ini Kabupaten Blitar berusia 695 tahun. Usia kabupaten yang dikenal dengan Kota Seribu Candi ini hampir tujuh abad. Di bawah komando Bupati Rijanto dan Wakil Bupati (Wabup) Marhaenis Urip Widodo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai daya dan upaya dilakukan untuk mewujudkan cita-cita bersar tersebut. Terobosan dan inovasi terus digulirkan beriringan dengan semangat untuk terus berbenah demi mencapai tujuan Blitar Kang Kawentar atau yang bersinar.

Slogan tersebut lantas diterjemahkan dengan Kiblat Papat Limo Pancer yang sekaligus menjadi tema dalam peringatan Hari Jadi Ke-695 Kabupaten Blitar tahun ini.

Tema tersebut mengandung maksud bahwa Kabupaten Blitar berpotensi menjadi daerah yang besar dan bersinar. Itu dibuktikan dari segala penjuru (kiblat papat, Red), ditemukan sejumlah peninggalan sejarah yang sekaligus menjadi pertanda peradaban masyarakat lebih maju sejak zaman dahulu.

Di bagian utara Kabupaten Blitar, terdapat Candi Penataran. Bukan sekadar candi terbesar di Jawa Timur, bangunan tersebut adalah tempat para ksatria dan raja dididik. Di bagian barat ada Prasasti Pandegelan yang notabene sebagai apresiasi dari Kerajaan Majapahit kala itu atas kemandirian dan loyalitas masyarakat terhadap kerajaan. Di bagian selatan terdapat Candi Simping, di mana tempat pendharmaan untuk raja pertama Majapahit, Raden Wijaya. Sedangkan di wilayah timur terdapat Candi Manggut, dulunya menjadi daerah yang masyarakatnya memiliki kelebihan sehingga mendapat penghargaan dari kerajaan.

Dengan adanya potensi di empat penjuru, pendapa atau pemerintah berfungsi sebagai pengendali untuk mengembangkan potensi di empat penjuru tersebut. Sesanti (semboyan, Red) Huruf Hambangun Praja sejatinya adalah sebuah semangat segenap masyarakat untuk membangun negara berbekal potensi yang ada di Kabupaten Blitar.

Tiga setengah tahun menjadi nakhoda pemerintahan, Bupati Rijanto dan Wabup Marhaenis Urip Widodo menunjukkan keseriusan menjadi pemimpin di daerahnya. Banyak capaian dan torehan prestasi yang sudah digapai. Namun bagi Bupati Rijanto, hal apresiasi dalam bentuk prestasi tersebut bukan menjadi tujuan utama. Sebab, melayani masyarakat untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah tugas nomor satu dan selalu digelorakan untuk dicapai. 

(rt/did/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia