Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Mendem Pil, Pemuda Di Blitar Ngamuk Nekat Aniaya Pensiunan TNI

07 Agustus 2019, 15: 16: 36 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Pelaku dan barang bukti

Pelaku dan barang bukti

PANGGUNGREJO, Radar Blitar - Junaidi Sahara warga Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo harus berurusan dengan polisi, Rabu 7/8). Itu setelah Pria 27 tahun tersebut menganiaya purnawirawan TNI M. Sholikin (korban) warga setempat. 

Penganiayaan itu dipicu karena pelaku terpengaruh efek konsumsi pil dobel L. Pelaku mabuk hingga akhirnya mengamuk. Junaidi juga sempat merusak kaca kantor Desa Kalitengah. 

Kini pelaku ditahan di Polsek Panggungrejo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi sedang berusaha meminta keterangan terhadap pelaku. "Sampai saat ini pelaku belum bisa diperiksa. Karena masih di rawat," kata Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Rabu (7/8). 

TKP Penganiayaan TNI

TKP Penganiayaan TNI

Dari penangkapan pelaku itu, polisi juga menemukan barang bukti berupa pil dobel L. Jumlahnya mencapai 560 butir pil dobel L. Lalu, 1.040 butir pil dextro. Selain itu, petugas juga menyita satu pisau tajam, sabit dan Pecahan kaca meja.

Burhan menjelaskan, penganiayaan itu bermula sekitar pukul 08.00 korban mendengar suara pecahan kaca di kantor desa Kalitengah. Penasaran, korban lalu mengeceknya ke kantor desa. "Tiba di kantor, korban melihat pelaku sudah mengamuk dan membawa sajam (senjata tajam)," jelasnya. 

Sajam itu diacung-acungkan dihadapan korban. Pelaku mengancam akan membacoknya. Seketika, pelaku langsung menganiaya korban. "Pelaku memukul bagian wajah sebanyak tiga kali hingga korban pingsan," terang perwira berpangkat dua balok di pundak ini.

Tidak lama  berselang, petugas tiba di kantor desa tersebut. Dengan sigap pelaku langsung diamankan tanpa perlawanan. Sejumlah barang bukti juga ikut dibawa ke Polsek Panggungrejo. 

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka memar di hidung dan lutut. Selain itu, meja kantor juga rusak karena dirusak oleh pelaku. Kini pelaku dan korban menjalani perawatan di klinik kesehatan setempat. 

Atas perbuatannya itu Junaidi terancam dijerat pasal penganiayaan, perusakan dan obat-obatan terlarang. Yakni pasal 196, 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Jo Pasal 2 ayat 1 UU darurat no 12 Tahun 1951 Jo pasal 352 KUHP Jo 406 KUHP. "Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara," jelas Burhan.

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia