Senin, 26 Aug 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

UNU Blitar Gelar PKKMB Tahun Akademik 2019/2020

Datangkan KH Marzuki Mustamar

08 Agustus 2019, 14: 36: 34 WIB | editor : Didin Cahya FS

TANAMKAN JIWA NASIONALISME: KH Marzuki Mustamar (dua dari kiri) mengisi kuliah tamu dengan didampingi Rektor UNU BIitar Prof Dr H Zainuddin, MPd dan Ketua BPPT UNU Blitar KH Masda’in Rifa’I Ahyat (paling kiri).

TANAMKAN JIWA NASIONALISME: KH Marzuki Mustamar (dua dari kiri) mengisi kuliah tamu dengan didampingi Rektor UNU BIitar Prof Dr H Zainuddin, MPd dan Ketua BPPT UNU Blitar KH Masda’in Rifa’I Ahyat (paling kiri). (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

KANIGORO - Sebanyak 1.070 mahasiswa baru (maba) Universitas Nahdlatul Ulama' (NU) Blitar memadati aula Graha NU Kabupaten Blitar di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Rabu (7/8).

Ribuan maba itu berkumpul untuk mendengarkan kuliah umum dari Ketua Pengurus Wilayah NU Provinsi Jawa Timur (Jatim) KH Marzuki Mustamar. Kuliah umum tersebut dalam rangka pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) UNU Blitar tahun akademik 2019/2020.

Selama kurang lebih dua jam, kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabillul Rosyad, Malang, ini mengisi kuliah umum dan memberikan motivasi kepada maba. Di antaranya mengenai paham Aswaja, radikalisme dan intoleran, hingga nasionalisme serta kebangsaan.

Pada kesempatan itu, Kiai Marzuki meminta agar para mahasiswa baru UNU setia menjalankan nilai-nilai NU dan nilai nasionalisme serta kebangsaan. "Mahasiswa baru harus bangga menjadi mahasiswa UNU. Menjadi generasi yang bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," ujarnya.

Marzuki berharap, UNU Blitar bisa semakin maju dan eksis. Menjadi universitas yang dikenal oleh masyarakat Blitar maupun luar masyarakat Blitar. "UNU juga harus siap bersaing dengan universitas lain di Blitar. Yang penting, UNU harus ada, UNU harus eksis, UNU harus jaya, UNU harus hebat, dan UNU harus mampu mengalahkan (universitas, Red) yang lain. Kalau di Blitar UNU top, maka selamanya Blitar tetap jadi ikon ya NU, ya nasionalis," ungkap pria ramah ini.

ANTUSIAS: Ribuan mahasiswa baru mendengarkan kuliah umum untuk mengawali kegiatan PKKMB tahun akademik 2019/2020.

ANTUSIAS: Ribuan mahasiswa baru mendengarkan kuliah umum untuk mengawali kegiatan PKKMB tahun akademik 2019/2020.

Selain diiisi dengan kuliah umum, PKKMB juga diisi dengan pemberian materi-materi tentang kebangsaan, radikalisme, narkoba, hingga nilai-nilai NU dan pemahaman Aswaja. Dalam PKKMB itu, UNU menggandeng sejumlah instansi terkait. Di antaranya kepolisian, TNI, BNN, hingga instansi daerah lainnya.

Kuliah umum dibuka langsung oleh Rektor UNU Prof Dr H M. Zainuddin, MPd dan Ketua Badan Pelaksana Perguruan Tinggi (BPPT) UNU Blitar KH Masda'in Rifa'i Ahyat yang juga Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Blitar. Kuliah umum juga dihadiri sejumlah pengurus PCNU Kabupaten Blitar, pejabat Pemkab Blitar, dan para dosen UNU Blitar.

Rektor UNU Prof Dr H M. Zainuddin, MPd menjelaskan, PKKMB bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa baru dengan lingkungan UNU Blitar. Baik itu secara eksternal, internal, maupun global. Sehingga para maba bisa paham gambaran mengenai UNU Blitar. "Tidak hanya sekadar tentang akademik di UNU, tetapi juga nonakademiknya. Semua harus dipahami oleh mahasiswa baru ini," terangnya.

Pada PKKMB itu, jelas Zainuddin, yang ditekankan adalah pengenalan tentang Aswaja dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan program-progam pendidikan UNU. Termasuk mengetahui kondisi riil dunia pembelajaran dan penelitian kini. "Kami juga kenalkan bahaya laten narkoba dan waspada terhadap kegiatan merongrong NKRI serta revolusi industri 4.0 dan 5.0," bebernya.

Dia berharap, para mahasiswa UNU nanti bisa menjadi lulusan yang memiliki karakter moral kuat, bermasyarakat, dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara. "Jadi di samping berilmu, juga memiliki karakter kuat sehingga bisa menghadapi persaingan di era modern seperti kini," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPPT UNU Blitar KH Masda'in Rifa'i Ahyat menambahkan, PKKMB akan berlangsung selama tiga. Selama tiga hari itu para maba akan dikenalkan tentang lingkungan kampus UNU. "Di samping itu, mahasiswa juga dimotivasi agar menjadi kader bangsa yang terhadap radikalisme dan anti-intoleran," tegasnya.

UNU, kata dia, memiliki target untuk menjadikan mahasiswa atau lulusan yang siap melaksanakan program gerakan nasional revolusi mental. Ada lima program, yaitu Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesia Mandiri, dan Indonesia Bersatu. "Program gerakan ini kami tanamkan betul kepada mahasiswa. Terutama kepada mahasiswa baru kami. Bagaimana mereka menerapkannya di kampus dan kehidupan sehari-hari," tandasnya. 

(rt/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia