Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Himatika UNU Blitar Laksanakan PHBD Kemenristekdikti

Olah Limbah Sereh dan Daun Cengkeh Jadi Pakan

08 Agustus 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

INOVATIF: Rektor UNU BIitar Prof Dr H M. Zainuddin, MPd,  (berdiri tengah) berfoto bersama perangkat Desa Bangsri, perwakilan warga dan para mahasiswa Himatika UNU Blitar.

INOVATIF: Rektor UNU BIitar Prof Dr H M. Zainuddin, MPd, (berdiri tengah) berfoto bersama perangkat Desa Bangsri, perwakilan warga dan para mahasiswa Himatika UNU Blitar. (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

NGLEGOK - Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Universitas Nahdlatul Ulama' (UNU) Blitar memulai kegiatan Program Holistik Bina Desa (PHBD) di Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok.

Pelaksanaan program nasional dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) itu dibuka secara resmi oleh Rektor UNU Blitar Prof Dr H M. Zainuddin, MPd. Pembukaan juga dihadiri oleh Kepala Desa Bangsri Sodikin, perangkat desa dan sejumlah warga, Rabu (7/8) malam.

Program kegiatan yang dilaksanakan pada PHBD berupa Pengolahan Limbah Sereh Wangi dan Daun Cengkeh Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Meminimalisir Limbah Pabrik PT Tjandisewu Baru. "Alhamdulillah, UNU Blitar menjadi salah satu kampus yang terpilih di Blitar melaksanakan PHBD dari Kemenristekdikti," jelas Rektor UNU Blitar Prof Dr H M. Zainuddin, MPd, usai membuka pelaksanaan PHBD.

Zainuddin mengatakan, PHBD bisa mendorong mahasiswa meningkatkan kegiatan penelitian. Terutama penelitian di bidang teknologi tepat guna. "Salah satunya pengolahan limbah sereh wangi dan daun cengkeh. Ini merupakan hasil pemikiran mahasiswa sendiri hingga akhirnya bisa lolos seleksi PHBD ini," terangnya.

Dengan adanya PHBD, diharapkan meningkatkan produktivitas mahasiswa dalam bidang penelitian. Terutama bisa terjun langsung di tengah masyarakat untuk memberikan dampak positif. "Jadi, mahasiswa tidak sekedar menerima ilmu saja, tetapi bisa menerapkannya di masyarakat. Mahasiswa bisa saling tukar pengalaman," ungkap pria berkacamata ini.

Wakil Ketua Wakil Ketua tim Pelaksana PHBD Himatika UNU Blitar Indra Frasisca mengungkapkan, kegiatan PHBD berlangsung hingga November. Selama kurang lebih empat bulan para mahasiswa akan melakukan sosialisasi dan pelatihan tentang pengolahan limbah sereh wangi dan daun cengkeh. "Kami nanti juga mengunjungi ke rumah warga untuk melihat proses pengolahan limbah," terangnya.

Ada sedikitnya 30 kepala keluarga (KK) yang ditunjuk untuk mengolah limbah tersebut. Mereka nanti dilatih bagaimana mengolah limbah dari pabrik minyak sereh dan daun cengkeh berbasis teknologi secara tepat guna.

Nantinya, jelas Indra, limbah dari sereh wangi itu akan difermentasi menjadi campuran pakan ternak. Sedangkan untuk limbah daun cengkeh dijadikan briket atau bahan perapian. "Untuk pengolahan limbah daun cengkeh ini dilakukan kelompok karang taruna," jelas mahasiswa semester V ini.

Dalam pelaksanaan PHBD, ada sebanyak 15 mahasiswa dilibatkan. Mereka berasal dari berbagai tingkatan semester. Selama pelaksanaan, mereka juga akan didampingi dosen  pembimbing.

Sementara itu, Kepala Desa Bangsri Sodikin mengatakan, program PHBD bisa berdampak positif di masyarakat. Kegiatan tersebut bisa menambah pengetahuan warga dalam memanfaatkan limbah. "Kami sangat berterima kasih kepada UNU Blitar. Semoga bisa berdampak positif bagi masyarakat," ungkapnya.

Dia berharap, kegiatan semacam itu bisa terus berlanjut. Desa membuka lebar pintu bagi mahasiswa UNU Blitar yang ingin lakukan penelitian dan pelatihan. "Ke depan, bisa menjalin kerjasama untuk membangun desa lebih baik," tandasnya. 

(rt/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia