Senin, 26 Aug 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Sikap Jujur Empat Bocah SMP Yang Viral di Medsos

Takut Dosa, Ngontel Kembalikan Tas Ke Pemilik

12 Agustus 2019, 12: 41: 17 WIB | editor : Didin Cahya FS

TELADAN: Dari kanan, Herfrian, Travis Hemar Borneo, Gattan, Nur Hamid.

TELADAN: Dari kanan, Herfrian, Travis Hemar Borneo, Gattan, Nur Hamid. (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

Travis, Herfrian, Nur Hamid dan Gattan mendadak viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu. Dan menjadi perbincangan netizen. Itu setelah aksinya mengembalikan dompet berisi uang yang ditemukan di jalan kepada pemiliknya.

MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH, Sananwetan, Radar Blitar

Selasa (6/8) lalu, Travis dan lima temannya bergegas pulang usai mengikuti lomba baris-berbaris tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Alun-alun Kota Blitar. Kebetulan mereka tinggal di satu wilayah di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan.

Dengan mengendarai sepeda sekolah, mereka bersama menuju rumah masing-masing. Namun, di tengah perjalanan mereka memutuskan untuk tidak balik ke rumah. Tetapi, mampir dulu ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Klampok 1 untuk bersilaturahmi dengan guru-gurunya.

Memang, mereka baru saja lulus dari SD tersebut. Kini mereka sudah duduk di bangku kelas VII SMPN 8 Blitar. "Kami salam-salaman saja. Setelah itu pulang," ujar Travis dengan polosnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, tiga hari lalu.

Ditemui di rumah Hefrian, salah satu temannya, bocah bernama lengkap Travis Hemar Borneo itu menceritakan awal mula dirinya dan lima temannya menemukan tas berisi dompet dan perlengkapan mandi. Saat itu, tas berwarna merah jambu itu ditemukan tergeletak di pinggir jalan.

Travis pertama kali yang menemukannya usai pulang dari SD. Di tengah perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda sekolah dirinya penasaran melihat tas dengan warna mencolok berada di pinggir jalan. "Baunya wangi. Saya coba ternyata isinya ada dompet, parfum, sampo dan bedak," ungkap pelajar 14 tahun ini.

Mereka bingung apa yang harus dilakukan saat itu. Apalagi, saat dicek isi dompetnya ada uang senilai Rp 900 ribu. Selain uang, juga ditemukan kartu indentitas berupa KTP, kartu kredit dan kartu member minimarket.

Travis yang menemukan dan mengecek isi dompet itu langsung berdiskusi dengan teman-temannya. Apa yang harus dilakukan dengan tas itu. Mereka sempat berdebat. Ada yang usul uangnya dibagi dan ada yang usul untuk dikembalikan ke pemilik.

Mereka kebingungan. Akhirnya, dirinya dan salah satu temannya, yakni Hefrian memutuskan untuk mengembalikan tas berisi dompet dan barang-barang itu. "Karena takut dosa. Kami kembalikan," katanya yang saat itu duduk berdampingan dengan Hefrian.

Alasan takut dosa itupun langsung disambut anggukan Hefrian yang tampak malu dan irit bicara. Mereka pun sepakat untuk mengembalikan tas kepada pemiliknya bernama Aris Dwi Cahya Ningrum yang beralamat di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul saat itu juga.

Masih mengenakan seragam sekolah, mereka pun nekat mengantarkan tas dengan naik sepeda sekolah tersebut. Dua di antaranya memutuskan tidak ikut sehingga hanya empat orang yang berangkat.

Empat bocah itu harus mengayuh sepeda dari Kelurahan Klampok, ujung selatan Kota Blitar, menuju ke Kelurahan Sentul. Jarak tempuhnya kurang lebih 9 kilometer.

Waktu yang ditempuh hampir dua jam. Waktu itu dinilai lama karena mereka harus berputar-putar mencari rumah pemilik sesuai tertera dalam KTP-nya. "Nomor rumahnya itu 12. Tapi saya cari- cari gak ketemu, lalu saya tanya orang akhirnya diberitahu," ungkapnya.

Tiba di rumah pemilik, mereka tidak bertemu sang pemilik. Saat itu, pemilik sedang tidak berada di rumah. Mereka disambut oleh orang tua pemilik dompet. "Saat itu pemiliknya langsung dihubungi jika dompetnya sudah ditemukan," terang Travis.

Mereka mengaku tidak sadar jika aksi jujurnya mengembalikan tas berisi dompet itu di foto dan di-posting oleh sang pemilik dompet. Mereka baru sadar setelah viral di medsos. "Saya tahunya satu hari setelah di-posting dan viral," ungkapnya.

Dalam posting-an di akun Facebook Aris Dwi Cahya Ningrum (pemilik dompet) menumpahkan rasa bangganya terhadap sikap jujur keempatnya.  "Ya Allah nak...ini real ya... Dompet saya jatuh dan di dalam ada uang Rp  900 ribu... Dan dikembalikan dari Klampok sampai di Sentul PIPP, dia ngontel gek panas" ya Allah nak..umur semono kamu jujurmen, aku jan terharu" tulis Aris dalam akunnya.

Posting-an itu sontak langsung menyebar hingga akhirnya dibagikan lebih dari 200 kali. Dan dikomentari lebih dari 1.000 netizen. Bahkan, posting-an itu juga sempat diunggah di medsos lainnya yakni Instagram.

Akibat sikap jujurnya itu, mereka lantas diberi hadiah atau imbalan uang oleh pemilik senilai Rp 250 ribu. "Uangnya kami bagi-bagi. Buat main-main," ungkap mereka kompak lantas tertawa.

Sementara itu, Aris Dwi Cahya Ningrum mengaku tidak menyangka jika posting-annya itu viral di medsos. Saat mem-posting itu dirinya tidak ada niatan untuk memviralkan. "Saya spontan gitu aja. Saat itu saya langsung foto mereka lalu saya posting. Mereka waktu itu tidak tahu," ungkapnya ditemui di rumahnya di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro.

Memang sesuai alamat KTP, Aris tinggal di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar yang merupakan rumah orang tuanya. Tetapi saat ini dia tinggal sendiri bersama suaminya di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro. "Motivasi saya posting hanya ingin jadi inspirasi saja bagi anak lainnya. Seusia itu kok jujur banget," ucapnya berusaha menahan isak tangis.

Saat itu memang dompetnya terjatuh di tengah jalan. Tapi diirnya tidak sadar karena fokus mengendarai sepeda motor. Dia baru saja bertemu dengan pelanggannya. "Saya baru ketemuaan transaksi barang. Lalu pulang (di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro), dan sampai rumah sadar jika dompet hilang. Saya cari di jalan tapi tidak ketemu. Terus pulang, tiba bapak nelpon kalau ada anak-anak yang mencari," ungkap perempuan yang memiliki usaha salon ini.

Dengan cepat sikap jujurnya dan viralnya postingan itu didengar pihak SMPN 8 Blitar. Tempat empat bocah polos itu menimba ilmu. Dengan sikap jujurnya itu sekolah berencana memberi penghargaan.

Kepala SMPN 8 Kota Blitar Sri Sulistijo Andajani mengaku bangga dengan sikap yang dilakukan siswanya tersebut. Sikap keempat siswa itu bisa menjadi teladan bagi anak lainnya. "Kami sangat bangga dengan sikap mereka. Ini menjadi kado indah di Hari Ulang Tahun SMPN 8 Kota Blitar," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar M Sidik mengungkapkan, bangga dengan tindakan yang dilakukan empat pelajar tersebut. Dinas juga akan memberikan penghargaan kepada empat siswa itu. "Saya juga sudah menghubungi kepala sekolah agar memberikan penghargaan ke siswa. Ini salah satu bentuk pendidikan karakter yang berhasil diterapkan kepada anak-anak. Baik oleh keluarga maupun sekolah," jelasnya. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia