Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Polisi Kembalikan 90 Kardus Jamu Tradisional Usai Disita

12 Agustus 2019, 14: 40: 11 WIB | editor : Didin Cahya FS

BUKTI: Polisi menunjukkan jamu yang sebelumnya dicurigai ilegal di Polres Blitar Kota, Senin (12/8).

BUKTI: Polisi menunjukkan jamu yang sebelumnya dicurigai ilegal di Polres Blitar Kota, Senin (12/8). (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

SANANKULON, Radar Blitar - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Blitar Kota menyita puluhan kardus jamu tradisional di salah satu distributor jamu di Kecamatan Sanankulon.

Ada sebanyak 90 karton jamu tradisional dari dua mereka yang disita. Selain jamu, petugas juga menyita sembilan karton obat kuat. Sebelumnya jamu itu dicurigai ilegal karena tidak ada label izin edarnya. "Tetapi kami cek dan telusuri ternyata ada pabriknya dan izinnya," jelas Kasatreskoba Polres Blitar Kota AKP M. Imron kepada radartulungagung.id, Senin (12/8).

Imron mengatakan, penyitaan itu dilakukan saat petugas melakukan razia jamu tradisional di wilayah Kecamatan Sanankulon. Sebab, sebelumnya BPPOM Kediri juga telah menyita jamu ilegal di wilayah tersebut. "Kami lalu menindaklanjutinya dan merazia beberapa penjual jamu tradisional. Di salah satu penjual kami temukan jamu itu tidak menyertakan label," ungkapnya.

Dari hasil interogasi, label jamu cair yang dikemas dalam botol itu telah di lepas oleh distributor. Label itu sengaja dilepas untuk dijual eceran ke konsumen. "Alasan lainnya, agar jamu yang dijual itu tidak ditiru orang lain," ungkap polisi ramah ini.

Lantaran dianggap melanggar label, petugas langsung menyita seluruh botol jamu yang dijual. Dari pengakuan distributor, jamu itu diperoleh dari seorang distributor lain di wilayah Kecamatan Wonodadi.

Petugas langsung meluncur ke distributor di Wonodadi untuk pengembangan lebih lanjut. Hasilnya, petugas menemukan jamu botol dengan mereka yang sama di tempat tersebut. "Di Wonodadi kami sita 50 kardus. Setelah dikembangkan jamu itu berasal dari Wates, Kediri," jelasnya.

Di tempat Wates, Kediri polisi juga berhasil menyita 40 kardus jamu yang sama. Tiap kardus itu berisi 12 botol. Satu botol jamu berukuran 1,5 liter. "Ketika kami geledah di sana, kami juga menemukan obat kuat. Ada sembilan kardus," ujar Imron lagi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, jamu-jamu itu diproduksi di Banyuwangi. Jamu itu sudah dilengkapi dengan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Kami saat itu juga sudah koordinasi BPOM Kediri. Jamu itu memang sudah ada izinnya," terangnya.

Karena izin sudah lengkap, petugas berencana untuk mengembalikan jamu botol tersebut. Tetapi, untuk obat kuatnya masih akan diselidiki lebih lanjut. "Soalnya tidak ada label kedaluarsanya. Kami masih dalami. Untuk yang jamu kami kembalikan lagi," beber polisi berpangkat tiga balok di pundak ini. 

(rt/abd/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia