Jumat, 22 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Kebiasaan Mandi Tengah Malam, Tahanan Klas II B Blitar Ditemukan Tewas

14 Agustus 2019, 13: 28: 41 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENINGGAL: Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara di Lapas Kelas II B Blitar.

MENINGGAL: Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara di Lapas Kelas II B Blitar. (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Salah seorang tahanan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II B Blitar meninggal dunia di dalam sel, Rabu dini hari (14/8). Tahanan itu diketahui bernama Bambang Suharto warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan.

Tahanan kasus pencurian itu diketahui meninggal dunia di kamar mandi dalam sel Blok 2C sekitar pukul 03.00. Pria 44 tahun itu meregang nyawa saat sedang mandi. "Awalnya saat itu, salah satu temannya teriak meminta tolong. Setelah itu penjaga datang dan mengeceknya," ungkap Kepala Keamanan Lapas Klas IIB Blitar Bambang Setiawan kepada radartulungagung.id, Rabu (14/8).

Ketika petugas mengeceknya, kondisi Bambang masih telanjang. Bagian wajahnya masih tersisa busa sabun. "Posisinya tertelungkup. Kami langsung menghubungi pihak medis untuk memeriksa kondisi Bambang," terangnya.

Petugas lapas lantas juga menghubungi petugas kepolisian sektor Kepanjenkidul. Tak berapa lama, anggota polsek dan tim identifikasi dari Polres Blitar tiba. Petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Jenazah lalu dibawa ke rumah sakit untuk divisum," katanya.

Selama ini, Bambang diketahui memiliki riwayat sakit ambeien dan tekanan darah tinggi. Tahanan yang menjalani masa pidana 1,8 tahun itu juga memiliki kebiasaan mandi tengah malam.

Tahanan kelahiran Probolinggo itu merupakan tahanan kasus pencurian. Dia juga pernah di penjara di Lapas Muara Kapuas, Kalimantan. Namun dia melarikan diri hingga akhirnya berhasil di tangkap. "Saat ini dia menjalani masa hukuman  yang kasus melarikan diri dari Lapas Muara Kapuas," ujar pria ramah ini.

Hasil pemeriksaan terhadap tubuh Bambang, tidak ditemukan adanya kekerasan dan penganiayaan di tubuhnya. Jenazah lantas dibawa pulang oleh pihak keluarga. "Sudah kami visum. Hasilnya tidak ketemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan," imbuh Kapolsek Kepanjenkidul Kompol Agus Fauzi.

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia