Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Sejumlah Pedagang Keluhkan Debu Proyek Pasar Legi

15 Agustus 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

KEBUT:  Aktivitas proyek pembanguan Pasar Legi yang kini tahap pembongkaran bangunan lama, Kamis (15/8).

KEBUT: Aktivitas proyek pembanguan Pasar Legi yang kini tahap pembongkaran bangunan lama, Kamis (15/8). (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

SUKOREJO, Radar Blitar - Sejumlah pedagang Pasar Legi mengeluhkan debu proyek pembangunan pasar, Kamis (15/8). Pasalnya, debu dari material proyek itu mencemari udara hingga mengenai dagangan.

Debu itu berasal dari material reruntuhan bangunan bekas pasar yang dirobohkan. Aktivitasnya, debu itu mengenai pedagang hingga terdampak di lingkungan warga setempat. "Ya, sejumlah pedagang mengeluh hal sama. Debu proyek mengenai dagagan mereka," kata Sugianto ditemui radartulungagung.id di kiosnya, Kamis (15/8).

Kios Sugianto itu berada tepat berada di barat proyek pembangunan. Dia sudah menutup sisi timur kiosnya dengan terpal untuk menghalau debu. "Sebelumnya itu debu masuk sampai mengenai dagangan saya. Akhirnya saya pasang terpal ini," terang pedagang pakaian, tas hingga sepatu ini.

Akibat dampak debu itu, dirinya hampir setiap hari membersihkan dagangannya dari debu. Hal itu dilakukan agar dagangannya tidak terlihat kotor. "Ini lumayan debu sudah berkurang karena saya tutup terpal," ungkap pria ramah ini.

Saat itu, pihaknya mengaku sudah mengadukan keluhan itu ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar. Saran dari dewan meminta pedagang untuk bersabar. Nantinya dewan menindaklanjutinya.

Hal senada juga diungkapkan Ardian, pedagang lainnya. Kios toko klontongnya itu bersebelahan dengan aktivitas proyek. Dirinya juga menyayangkan debu proyek yang mengganggu pedagang dan warga itu. "Seharusnya itu ada pembasahan dulu. Sehingga bisa mengurangi debu," ujar pria ramah ini.

Menanggapi keluhan warga itu, Plt Wali Kota Blitar mengatakan, debu proyek di Pasar Legi itu sudah menjadi hal wajar. Sebab, saat ini dalam tahap pembongkaran bangunan lama. "Ya, memang sudah begitu. Pedagang harus bisa mengantisipasinya," terangnya.

Jika memang debu itu mengganggu dan mengenai dagangan, pedagang harus sebisa mungkin mengamankannya sendiri. Terkait saran dari pedagang untuk melakukan pembahasan, Santoso mengaku setuju. "Boleh-boleh saja itu sarannya. Nanti kami minta dari rekanan untuk melakukan itu (pembasahan, Red)," tandasnya.

(rt/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia