Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Irfan Agus Susanto, Guru SMK yang juga Tekuni Airbrush

Dirikan Bengkel di Rumah

20 Agustus 2019, 16: 10: 23 WIB | editor : Didin Cahya FS

TELATEN: Irfan Agus Susanto ketika mengecat helm pelanggan dengan teknik airbrush.

TELATEN: Irfan Agus Susanto ketika mengecat helm pelanggan dengan teknik airbrush. (WHENDY GIGIH PERKASA/RADAR TULUNGAGUNG.ID)

Menjadi tenaga pendidik di salah satu SMK di Blitar, tak membuat Irfan Agus Susanto berhenti airbrush. Ya, mengecat dengan teknik semprot menggunakan tekanan udara itu bisa dijalani tanpa mengganggu pekerjaannya. Tentu saja, dia harus lihai mengatur waktu.

WHENDY GIGIH PERKASA, Nglegok, Radar Blitar

Sore itu, Irfan Agus Susanto baru saja tiba di rumah. Sebelumnya, dia melaksanakan kewajibannya sebagai seorang guru di SMK. Sekolah tersebut memang sesuai dengan jenjang sekolah yang diselesaikan Irfan. Yakni jurusan teknik. Itu tak lepas dari ketertarikannya terhadap dunia otomotif sejak masih menjadi pelajar.

Ditemui di rumahnya, kawasan Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok,    Irfan sapaan akrabnya, mengajak ke belakang rumah. Di sana ada sebuah ruangan yang tidak terlalu besar. Tempat itulah yang digunakan sebagai bengkel. Bukan mesin, tetapi airbrush.

Duduk di kursi lincak (kursi dari bambu tanpa sandaran), Irfan pun menceritakan sudah mendapat tempat untuk mengajar. Dia pun senang. Sebab, ijazah dan ilmu yang diperoleh ketika kuliah, bisa berguna. Karena itulah, Irfan serius dengan pekerjaannya sebagai tenaga pendidik. Meski pun belum diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN), dia tetap bersemangat. “Sudah sekitar 1,5 tahun ini (mengajar di SMK),” ungkap Irfan.

Dibalik semua itu, ternyata pria berusia 27 tahun itu punya skill lain yang tak kalah apik. Dia suka dan bisa mendesain beragam gambar. Hebatnya, teknik menggambarnya tak hanya dengan pensil. Melainkan airbrush. Ruangan di belakang rumah itulah yang dipakai untuk bengkel airbrush. Tak heran, di sana banyak terdapat beragam peralatan airbrush. Termasuk dua motor garapan Irfan yang sudah selesai di-airbrush.

Bengkel airbrush-nya memang sudah lebih dahulu berdiri. Diawali dengan menerima permintaan mengecat dari rekan, sekitar 2014 lalu. Kala itu, dia juga sambil belajar.

Pada 2016, mulai lebih serius untuk membuka bengkel airbrush. Dia sengaja memilih bengkel ini, karena sudah banyak bengkel mesin di daerahnya. Kebetulan juga, bengkel mesin itu milik rekan-rekan Irfan.

Pilihannya tak sia-sia. Dia mampu membaca peluang yang ada. Hasilnya, banyak rekan yang meminta motornya dipercantik dengan cara airbrush. Baik polosan ataupun penuh dengan grafis. Semua dilayani dengan baik. “Baru 2016 saya mematok harga. Alhamdulillah pelanggan terus ada,” ujarnya.

Bagaimana mengatur waktu agar tidak bentrok dengan jadwal di sekolah? Dia mengatakan, lebih banyak meng-airbrush pada sore, sampai malam. Sedangkan pagi sampai siang, digunakan untuk melaksanakan tugas di sekolah. “Pilih malam. Kadang sampai lembur juga,” katanya.

Untuk mengecat, pria itu, harus menghilangkan cat yang lama pada bodi ataupun kerangka motor. Agar lebih mudah, bisa menggunakan paint remover, ataupun dengan cara dibakar. Selanjutnya diamplas sampai benar-benar bersih.

Tahap berikutnya, dicat dasar. Barulah mulai airbrush sesuai motif dan warna yang diinginkan. Contohnya perpaduan beragam garis, ataupun gambar lainnya. Dilanjutkan dengan tahap finishing. “Satu bodi motor rata-rata butuh waktu sekitar empat hari,” ujarnya yang juga dibantu adiknya saat bekerja.

Hingga kini, pelanggan tak hanya dari Blitar. Tak sedikit dari luar daerah. Di antaranya Kediri, Tulungagung, Karangkates, dan lain sebagainya. 

(rt/whe/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia