Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Pasang Karpet Karet untuk Keamanan Anak Hanya di Beberapa Blok

20 Agustus 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

RUANG TERBUKA : Seorang anak sedang bersepeda di area taman yang juga wahana bermain anak di depan kantor Pemkab Blitar.

RUANG TERBUKA : Seorang anak sedang bersepeda di area taman yang juga wahana bermain anak di depan kantor Pemkab Blitar. (AGUS MUHAIMIN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

KANIGORO, Radar Blitar – Kerusakan fasilitas umum (fasum) di depan kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab)  Blitar, akan ada perbaikan dan penambahan komponen keamanan untuk anak-anak di lokasi tersebut.

Kabid Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Iwan Dwi Winarto mengaku, pemkab telah menyediakan anggaran pemeliharaan untuk sarana di ruang terbuka tersebut. Selain menyediakan fasilitas bagi masyarakat, fasum itu menjadi salah satu objek penilaian untuk kabupaten layak anak. “Beberapa waktu lalu ada peninjau dari provinsi yang menilai kawasan itu perlu perbaikan,” katanya.

Untuk itu, sambung dia, pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp 150 juta untuk pemeliharaan. Selain perbaikan sarana olahraga, anggaran ini nanti juga digunakan untuk menyediakan sarana yang lebih ramah terhadap anak, utamanya untuk lantai.

Kini lantai di area tersebut masih dalam bentuk cor. Hal ini dirasa belum begitu aman bagi anak-anak yang sering memanfaatkan atau bermain di area itu. “Nanti akan kami tambah empuk-empukan istilahnya rubber flooring (karpet karet) yang khusus untuk outdoor di area ini,” tuturnya.

Tidak semua area ini akan di rubber flooring. Hanya beberapa titik saja mengingat besarnya kebutuhan anggaran untuk sarana penunjang keamanan ini. “Kalau semua kebutuhan uangnya banyak, sementara untuk beberapa blok,” imbuhnya.

Disinggung berapa anggaran pemeliharaan untuk fasum tahun ini? Iwan mengaku, tidak ada khusus untuk pemeliharaan fasum yang kini ada di rekening PUPR. Menurut dia, pengelolaan taman atau ruang terbuka ini menjadi wilayah kewenangan dinas lingkungan hidup (DLH). Hanya untuk fasum yang ada di depan kantor pemkab sedikit berbeda. “Harusnya aset itu dilimpahkan ke dinas lingkungan hidup tapi sementara masih kami yang kelola,” katanya.

Di lokasi terpisah, Kepala DLH Kabupaten Blitar, Krisna Triatmanto membenarkan fasilitas umum di depan kantor pemkab masih menjadi kewenangan PUPR. Sehinga pihaknya belum berani mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan di dinasnya. “Masih masuk aset PUPR, belum bisa pemeliharaan di DLH,” katanya. 

(rt/muh/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia