Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Berharap Ada Tambahan Petugas Tenaga Pemboleng

20 Agustus 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

PROFESIONAL: Aktivitas pemotongan sapi di RPH Kota Blitar yang dilakukan tenaga pemboleng dari paguyuban dan petugas RPH.

PROFESIONAL: Aktivitas pemotongan sapi di RPH Kota Blitar yang dilakukan tenaga pemboleng dari paguyuban dan petugas RPH. (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Tenaga pemotong atau pemboleng hewan khususnya sapi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar terbatas. Dinas berharap ada penambahan tenaga operasional pemotongan khusus sapi.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar drh Dewi Masitoh mengatakan,  selama ini RPH belum memiliki pemboleng sapi ataupun operator sendiri. RPH harus mendatangkan pemboleng dari luar. “Selama ini kami kerjasama dengan pemboleng dari luar atau paguyuban. Kami belum punya operator sendiri,” katanya.

Selama ini, jelas Dewi, kerjasama itu dalam bentuk bantuan jasa pemotongan sapi dari luar. Namun demikian, dari pemotong atau pemboleng meminta tarif jasa untuk pemotongan. “Untuk pemotongan sapi tarifnya Rp 475 ribu per ekor. Tarif itu sudah di luar RPH. Semua biaya untuk pemboleng dari paguyuban,” terang perempuan ramah ini. 

Nantinya, jelas dia, apabila memiliki tenaga pemboleng sendiri, RPH bisa mudah untuk mengontrol ataupun mengendalikan. Tarif pemotongan juga terjangkau untuk masyarakat. “Kalau dari luar kan kami tidak bisa mengontrol mereka. Mereka bergerak sendiri. Jika ada masyarakat yang ingin memotongkan sapi, kami hubungkan langsung ke pemboleng dari luar,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Dinas berharap  Pemkot Blitar bisa menambah tenaga khusus pemboleng sendiri. Pemerintah bisa mengadakan atau merekrut tenaga pemboleng dari luar untuk bekerja di RPH.

Selama ini, RPH sudah memiliki tenaga operator pemotongan kambing dan ayam sendiri. Dengan operator sendiri maka pelayanan bisa semakin mudah. Tetapi untuk operator pemotongan sapi, RPH harus sedikit kewalahan apabila permintaan pemotongan sapi sedang tinggi. “Seperti setiap momen Hari Raya Kurban permintaan pemotongan hewan meningkat banyak. Yang pada hari biasa hanya beberapa ekor tetapi saat Hari Raya Kurban bisa mencapai puluhan ekor,” ungkapnya. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia