Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Sistem Undian Tentukan Kios untuk Pedagang di Pasar Kanigoro

20 Agustus 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

Pembangunan Pasar Kanigoro kini sedang berlangsung. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar memastikan akhir November rampung

Pembangunan Pasar Kanigoro kini sedang berlangsung. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar memastikan akhir November rampung (AGUS MUHAIMIN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

KANIGORO, Radar Blitar – Pembangunan Pasar Kanigoro kini sedang berlangsung. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar memastikan akhir November pasar terbesar di sisi timur kabupaten ini rampung. Selain memberlakukan zonasi jenis dagangan, nantinya akan ada pengundian lapak atau kios.

Berdasarkan pantauan Koran ini, sebagian besar pekerja konstruksi sedang  mengerjakan pagar yang mengelilingi pasar. Beberapa orang lainnya di dalam pasar dan di belakang bangunan pasar.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Blitar Sri Astuti mengklaim progress pembangunan Pasar Kanigoro tahap II ini sudah 50 persen. Ada empat paket kegiatan pada pembangunan tahap II ini. Pertama, kegiatan penunjang dalam terdiri dari pembangunan pujasera, dan pekerjaan lantai. Kedua  penunjang luar terdiri dari pagar, paving dan pembangunan musala. Ketiga, pembangunan instalasi pengolah limbah dan terakhir pembangunan hidran. “Semua melalui mekanisme lelang,” katanya.

Khusus untuk pekerjaan pembangunan jaringan hidran, laporan terakhir progress pelaksanaannya masih berkisar diangka 12 persen. Sebab, surat perintah kerja (SPK) untuk kegiatan ini baru keluar 12 Agustus lalu.

Kendati demikian pihaknya yakin bahwa pembangunan pasar tersebut rampung sesuai jadwal yakni akhir November nanti. “Kami optimistis nanti rampung akhir November,” ucapnya.

Disperindag kini menyusun tim pemindahan pedagang Pasar Kanigoro, yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti satuan polisi pamong praja (satpol PP) dan dinas perhubungan (dishub).

Menurut dia, satpol PP penting dalam proses penertiban pedagang, sedangkan untuk dishub mengatur rekayasa lalu lintas atau pemasangan rambu-rambu Pasar Kanigoro nanti. “Dalam momen perubahan anggaran 2019, kami juga mengusulkan penghapusan aset, tapi sebelum itu ada tim penilai atau appraisal akan menaksir nilai bangunan bekas Pasar Kanigoro,” terangnya.

Disingggung mengenai penataan pedagang, dia mengatakan, bakal menerapkan zonasi pedagang sesuai dengan jenis dagangan. Sehingga lapak pedagang sayur tidak satu area dengan pedagang kain maupun pedagang daging.

Lanjut dia, pedagang biasanya memiliki kecenderungan memilih tempat tertentu untuk berdagang. Untuk itu pada setiap zonasi akan dilakukan pengundian kios yang nanti digunakan pedagang. “Jadi gak boleh pilih sendiri, bisa ramai kalau pilih sendiri sendiri,” pungkasnya. 

(rt/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia