Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Sedekah Profesional Ya Melalui Program Donasi JKN-KIS

29 Agustus 2019, 09: 57: 24 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Sedekah Profesional Ya Melalui Program Donasi JKN-KIS

TULUNGAGUNG - “Program Donasi BPJS Kesehatan merupakan sedekah yang profesional” inilah kalimat yang berkali-kali diucapkan Kepala Cabang Laboratorium Ultra Medica Kabupaten Tulungagung, Achmad Fuad (41). Partisipasinya dalam Program Donasi BPJS Kesehatan mengantarkan Laboratorium Ultra Medica mendapatkan penghargaan dari BPJS Kesehatan sebagai Badan Usaha Donatur yang mendaftarkan peserta donasi JKN-KIS terbanyak serta kepatuhan dalam pembayaran iuran. Perlu diketahui, Laboratorium Ultra Medica Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu Badan Usaha yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak awal BPJS Kesehatan berdiri.

“Kami sangat senang dan exicited dengan program ini. Bagi Laboratorium Ultra Medica hal ini sangat penting. Balik lagi ke sejarah, Ultra sendiri adalah singkatan dari Usaha Laboratorium Atas Rahmat Allah. Memang kita bekerja bisnis, mencari profit, tetapi kita harus ada nilai sedekah, kita harus meilhat adanya fakir miskin dan yatim piatu, karena sedekah itu berarti membenarkan segala perilaku Allah yang sudah terjadi,” ujar pria yang akrab dipanggil Fuad ini.

Fuad melanjutkan, Program Donasi BPJS Kesehatan merupakan cara bersedekah yang profesional. Menurutnya, secara manajemen program ini jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan peruntukannya.

“Ini (Program Donasi, red) sedekah yang profesional, jadi tidak secara lansung itu sebagai bentuk sedekah kita perusahaan kepada orang-orang yang tidak mampu terutama yang berkenaan dengan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Secara manajemen program ini jelas, lebih transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan peruntukannya. Tertuang jelas dalam perjanjian kerjasama,” terangnya.

Sudah berjalan dari Tahun 2018, Laboratorium Ultra Medica telah mendaftarkan 50 jiwa warga dari beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung ke dalam Program Donasi ini. Usianya beragam mulai dari anak-anak sampai dengan lanjut usia. Hingga saat ini banyak diantaranya telah merasakan manfaat pelayanan kesehatan Program JKN-KIS.

“Ada peserta yang selama setahun benar-benar memanfaatkan, untuk operasi dan perawatan. Ada juga yang menjadi korban kecelakaan, kemudian memanfaatkan KIS miliknya. Ada yang sudah sepuh usia antara 70 sampai 80 tahun yang membutuhkan perawatan kesehatan dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Alhamdulillah saya merasa ada kepuasan disitu, makanya ini sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan materi lagi karena hasilnya lebih dari itu,” ungkap Fuad.

Ia berharap segera mungkin bisa mengurus penambahan jumlah peserta dengan memperluas cakupan wilayah. Selain itu, ada harapan untuk Badan Usaha lain agar bisa mengikuti jejaknya karena banyak hal positif yang akan didapatkan ketika mengikuti Program Donasi ini.

“Di akhir tahun ini rencana akan ada penambahan peserta, segera kami selesaikan administrasinya, sehingga di awal tahun depan peserta sudah bisa memiliki KIS. Untuk perusahaan atau Badan Usaha lain, dengan adanya Program Donasi BPJS Kesehatan, mudah-mudahan setiap perusahaan punya nilai pemikiran yang sama," kata dia.

Fuad menambahkan Program Donasi JKN-KIS ini pun bisa dijadikan ajang untuk pemasaran secara profesional, karena sebenarnya nilai pemasaran itu lebih mengena melalui Program Donasi ini. Sebab menurutnya ada hubungan yang lebih intensdengan individu, walaupun ruang lingkupnya lebih kecil, tetapi itu lebih berkualitas.

"Kedua, saya melihat konteks sedekah yang profesional di era milenial saat ini ya Program Donasi ini, makanya saya sarankan perusahaan lainnya bisa mengikuti program ini karena nilainya sama, ada nilai yang bisa kita lihat kita rasakan, dan tentunya saling bisa memberikan manfaat. Program ini sangat pas untuk perusahaan. Dari awal ada penawaran dari BPJS Kesehatan, yang terbersit adalah sedekah, selain itu saya juga ingin fokus mengenalkan BPJS Kesehatan, saya ingin menyamapaikan bahwa agar masyarakat bisa melihat luas tentang BPJS Kesehatan , jangan hanya menyerap yang negatif saja, saya ingin mengedukasi. Tetap yang saya lihat sangat besar manfaat Program JKN-KIS, saya tidak melihat kekurangannya,” tutupnya.

(rt/red/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia