Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Ngambang di Sungai, Begini Kronologinya

29 Agustus 2019, 12: 32: 58 WIB | editor : Didin Cahya FS

MISTERIUS: Polisi mengevakuasi mayat bayi perempuan yang ditemukan di Sungai Brantas (29/8).

MISTERIUS: Polisi mengevakuasi mayat bayi perempuan yang ditemukan di Sungai Brantas (29/8). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

WONODADI, Radar Blitar - Sesosok mayat bayi ditemukan mengambang di Sungai Brantas, Kamis (29/8). Bayi malang tersebut berjenis kelamin perempuan. 

Mayat bayi itu ditemukan di sekitar pukul 10.00 oleh pekerja tambangan atau perahu penyeberangan Pema di Dusun Wadang, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi. Saat pertama kali ditemukan kondisi bayi sudah membusuk. "Badannya juga sudah membengkak. Tali pusar juga masih ada," kata Ruli Agung Setiawan, petugas penyebeRangan Pema Sungai Brantas di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kamis (29/8). 

Ruli mengatakan, saat itu ditemukan posisi bayi mengambang di permukaan sungai. Bayi mengambang di pinggir Sungai Brantas sebelah utara. "Posisinya ketika itu terlentang. Badanya juga sudah membusuk," terang pria ramah ini. 

Saat itu, petugas dan warga sekitar penyeberangan langsung menarik mayat bayi perempuan itu. Mayat bayi yang masih ada tali pusarnya itu langsung diangkat ke tepi sungai. Warga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Wonodadi. 

Informasi yang dihimpun radartulungagung.id diperkirakan umur bayi perempuan itu belum ada seminggu. Diduga bayi itu sengaja dibuang oleh orang tuanya. 

Kini mayat bayi malang itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo untuk diotopsi. "Kami koordinasi dengan dokter forensik untuk lakukan otopsi dahulu untuk mengetahui penyebab kematiannya," terang Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono. 

Saat ini polisi sedang menyelidiki kasus penemuan bayi tersebut. Korps baju coklat itu juga sedang fokus mencari siapa orang tua bayi tidak berdosa itu. "Kami memohon warga sekitar apabila mengetahui ada warga yang hamil segera melaporkannya ke kami (kepolisian, Red)," tandas perwira berpangkat tiga balok di pundak ini. (sub)

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia