Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Bakar Daun Bambu Kering, Nenek Di Blitar Meregang Nyawa

07 September 2019, 13: 21: 56 WIB | editor : Didin Cahya FS

TRAGIS: Polisi dan warga mengevakuasi jenazah Sawiati.

TRAGIS: Polisi dan warga mengevakuasi jenazah Sawiati. (IST)

SELOREJO, Radar Blitar - Sawiati warga Desa/Kecamatan Selorejo meregang nyawa. Nenek 77 tahun itu meninggal dunia akibat terbakar pada Jumat (6/9) lalu. 

Nenek nahas itu terbakar diduga ketika sedang membakar dedaunan bambu kering tidak jauh dari rumahnya. Saat itu Sawiati ditemukan sudah dalam kondisi terbakar di bawah tebing tempat membakar daun kering. 

Dugaan sementara, Sawiati terbakar karena terjatuh dari tebing hingga akhirnya ikut terbakar bersama dedaunan. "Berdasarkan keterangan saksi, saat itu dia (Sawiati) sempat beteriak minta tolong dari lokasi pembakaran daun kering bambu," jelas Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Sabtu (7/9).

Burhan menjelaskan, peristiwa terbakarnya Sawiati itu diketahui oertama kali oleh tentangga dan cucunya (saksi). Saat itu sekitar pukul 17.00 keduanya melihat kepulan asap dan api dari pekarangan. "Melihat itu kedua saksi langsung mbghapirinya," ujarnya. 

Saat itu Saksi juga mendengar teriakan minta tolong dari pekarangan itu. Teriakan itu hanya terdengar satu kali. Penasaran, saksi langsung menuju pekarangan tempat pembakaran daun kering bambu. 

Betapa kagetnya, dua saksi melihat Sawiati sudah berada di bawah tebing dengan kedalaman sekitar 12 meter dan dikepung api yang membara. Tak berapa lama warga lainnya tiba di lokasi langsung membantu memadamkan api.

Selang 15 menit kemudian, api pun berhasil dipadamkan. Namun nahas, Sawiati tidak bisa diselematkan. Dia tewas dengan kondisi terbakar mencapai 95 persen. "Saat itu warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Selorejo," ungkap Burhan. 

Tubuh Sawiati yang gosong itu dievakuasi dan diperiksa secara medis. Polisi juga melakukan visum luar untuk mengetahui penyebab kematiannya. "Namun dari keluarga memohon tidak dilakukan otopsi. Petugas hanya memvisum luar saja,"  terang polisi ramah ini. 

Dari hasil olah TKP di lokasi kejadian, polisi menemukan beberapa barang bukti. Yakni berupa  Sapu lidi, Korek gas, Ember plastik, bahu Sawiati sisa terbakar, dan sepasang sandal jepit yang dikenakan. Barang bukti itu disita petugas. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia