Jumat, 22 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Berkas Perkara ITE Hina Jokowi P-21, Ida Fitri Segera Disidang

12 September 2019, 16: 25: 22 WIB | editor : Didin Cahya FS

SEGERA DISIDANG: Ida Firtri menjalani pendataan di Kejaksaan Blitar, Kamis (12/4).

SEGERA DISIDANG: Ida Firtri menjalani pendataan di Kejaksaan Blitar, Kamis (12/4). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/ RADARTULUNGAGUNG.ID)

SANANKULON, Radar Blitar - Penanganan perkara ITE dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial (medsos) yang dilakukan Ida Fitri warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon memasuki babak baru. 

Berkas penanganan perkara ITE itu sudah dinyatakan lengkap alias P-21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar. Kamis (12/9), polisi melimpahkan tersangka dan beberapa alat bukti ke kejaksaan. "Ya, hari ini kasus dugaan ITE dengan tersangka Ida dilimpahkan ke Kejaksaan. Ini tahap kedua," jelas Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, Kamis (12/9).

Sebelumnya, perempuan 44 tahun itu ditetapkan tersangka pada 8 Juli lalu. Pengusaha konveksi itu resmi ditahan kepolisian pada 17 sampa 5 Agustus. Kepolisian lantas memohon perpanjangan penahanan ke kejaksaan mulai 6 agustus 2019 sampai 14 september. "Kami lalu meminta surat pemindahan tempat penahanan dari rutan Polres Blitar Kota ke Lapas Blitar untuk dilakukan tahap II hari ini (12/9)," jelasnya. 

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Blitar Supomo mengatakan, setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap (P-21) dilanjutkan dengan pelimpahan alat bukti dan tersangka. "Kami masih akan meneliti kembali berkas dan beberapa alat buktinya. Apakah sudah sesuai atau belum dengan keterangan tersangka," jelasnya.

Usai pelimpahan itu kejaksaan memutuskan untuk menahan Ida untuk 20 hari ke depan. Kejaksaan berupaya segera melimpahkan perkara ITE itu ke pengadilan untuk disidangkan. "Kita titipkan yang bersangkutan ke Lapas Klas IIB Blitar," terang pria ramah ini.

Diberitakan sebelumnya, beredar postingan dari sebuah akun Facebook yang berkonten menghina lambang negara, Selasa (2/7). Akun itu diketahui bernama Aida Konveksi (AK). Akun itu milik Ida Fitri. 

Postingan itu berisi sebuah gambar yang telah diedit dengan lambang negara. Ada dua gambar dalam postingan itu. Yakni gambar seperti mayat mumi yang berwajah mirip presiden RI Jokowi. Pada gambar itu diberi caption The New Fir'aun. 

Sedangkan gambar lainnya berupa hakim berkepala anjing yang diberi caption Iblis berwajah anjing. 

(rt/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia