Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Angkat Potensi Kelurahan Turi, Gelar Pawai Budaya, Penonton Ribuan

18 September 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

SEMARAK: Suasana pawai budaya di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, menampilkan potensi pendidikan, kesenian, usaha kecil, dan lain-lain.

SEMARAK: Suasana pawai budaya di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, menampilkan potensi pendidikan, kesenian, usaha kecil, dan lain-lain. (M. SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

SUKOREJO, Radar Blitar - PSUKOREJO, Radar Blitar - Pawai budaya Kelurahan Turi dalam rangka bersih desa berlangsung semarak, Selasa (17/9). Ratusan peserta dari sejumlah RT dan RW di Kelurahan Turi semangat menunjukkan kreativitas dan potensi masing-masing.

Pawai budaya tersebut dibuka langsung oleh Camat Sukorejo Juyanto dengan didampingi Lurah Turi Bambang Irawan dan anggota musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) Sukorejo. Ribuan warga Kelurahan Turi antusias menonton pawai di sepanjang Jalan Jati.

Para peserta diberangkatkan dari depan kantor Kelurahan Turi lantas berjalan ke selatan. Peserta menampilkan berbagai macam kreativitas dan potensi di lingkungan tempat tinggal mulai dari seni tari, seni batik, hingga aksi seni musik. "Pawai budaya ini bertujuan untuk mengangkat potensi yang ada di Kelurahan Turi. Masyarakat bisa menunjukkan potensinya ke masyarakat," jelas Camat Sukorejo Juyanto.

Dia mengungkapkan, pawai budaya tersebut upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya yang ada di kelurahan. Memperkenalkan potensi-potensi unggulannya ke masyarakat secara luas. "Selain itu, dengan pawai ini, masyarakat Kelurahan Turi semakin guyub dan rukun. Perekonomian dan kesejahteraan lebih meningkat," harapnya.

Sementara itu, Lurah Turi Bambang Irawan mengungkapkan, pawai budaya tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengangkat potensi di Kelurahan Turi. Mulai potensi di bidang pendidikan, kesenian, hingga industri kecil atau usaha kecil menengah (UKM).

Salah satu potensi unggulan yang ditunjukkan adalah produk kesenian batik turi. Batik tersebut sudah menjadi ikon Kelurahan Turi yang terus dikembangkan dan diperkenalkan di sejumlah daerah di Indonesia. "Ya, ini batik khas dari Kelurahan Turi. Ini sudah menjadi ikon kami," ujarnya lantas tersenyum.

Produk batik Turi tersebut dikembangkan oleh kelompok batik kembang turi. Kelompok itulah yang kini terus melestarikan dan mengembangkan batik Turi.

Selain batik turi, potensi lain yang ada di Kelurahan Turi adalah kesenian tari tradisional. Ada dua sanggar seni tari dan musik gamelan yang kini sudah dikenal secara luas di masyarakat. "Harapan kami, potensi yang ada di Kelurahan Turi dikenal dan diketahui masyarakat. Masyarakat bisa menikmatinya," ungkapnya.

Selain diikuti warga Kelurahan Turi, pawai budaya tersebut juga dimeriahkan oleh warga rusunawa yang masuk wilayah Kelurahan Turi. Mereka ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih desa. "Kebetulan masuk wilayah Kelurahan Turi. Maka kami ajak untuk bisa berpartisipasi agar semakin meriah dan kompak," ujar pria ramah ini dan potensi masing-masing.

Pawai budaya tersebut dibuka langsung oleh Camat Sukorejo Juyanto dengan didampingi Lurah Turi Bambang Irawan dan anggota musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) Sukorejo. Ribuan warga Kelurahan Turi antusias menonton pawai di sepanjang Jalan Jati.

Para peserta diberangkatkan dari depan kantor Kelurahan Turi lantas berjalan ke selatan. Peserta menampilkan berbagai macam kreativitas dan potensi di lingkungan tempat tinggal mulai dari seni tari, seni batik, hingga aksi seni musik. "Pawai budaya ini bertujuan untuk mengangkat potensi yang ada di Kelurahan Turi. Masyarakat bisa menunjukkan potensinya ke masyarakat," jelas Camat Sukorejo Juyanto.

Dia mengungkapkan, pawai budaya tersebut upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya yang ada di kelurahan. Memperkenalkan potensi-potensi unggulannya ke masyarakat secara luas. "Selain itu, dengan pawai ini, masyarakat Kelurahan Turi semakin guyub dan rukun. Perekonomian dan kesejahteraan lebih meningkat," harapnya.

Sementara itu, Lurah Turi Bambang Irawan mengungkapkan, pawai budaya tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengangkat potensi di Kelurahan Turi. Mulai potensi di bidang pendidikan, kesenian, hingga industri kecil atau usaha kecil menengah (UKM).

Salah satu potensi unggulan yang ditunjukkan adalah produk kesenian batik turi. Batik tersebut sudah menjadi ikon Kelurahan Turi yang terus dikembangkan dan diperkenalkan di sejumlah daerah di Indonesia. "Ya, ini batik khas dari Kelurahan Turi. Ini sudah menjadi ikon kami," ujarnya lantas tersenyum.

Produk batik Turi tersebut dikembangkan oleh kelompok batik kembang turi. Kelompok itulah yang kini terus melestarikan dan mengembangkan batik Turi.

Selain batik turi, potensi lain yang ada di Kelurahan Turi adalah kesenian tari tradisional. Ada dua sanggar seni tari dan musik gamelan yang kini sudah dikenal secara luas di masyarakat. "Harapan kami, potensi yang ada di Kelurahan Turi dikenal dan diketahui masyarakat. Masyarakat bisa menikmatinya," ungkapnya.

Selain diikuti warga Kelurahan Turi, pawai budaya tersebut juga dimeriahkan oleh warga rusunawa yang masuk wilayah Kelurahan Turi. Mereka ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih desa. "Kebetulan masuk wilayah Kelurahan Turi. Maka kami ajak untuk bisa berpartisipasi agar semakin meriah dan kompak," ujar pria ramah ini

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia