Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Program JKN-KIS : Fasilitas Kesehatan Kebanggaan Karyawan

24 September 2019, 11: 07: 50 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Program JKN-KIS : Fasilitas Kesehatan Kebanggaan Karyawan

Tulungagung - Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah berjalan sejak Tahun 2014, hingga kini telah banyak dirasakan manfaatnya. Seperti penuturan Lili Limena (52), admin di PT Cahya Jaya Sentosa.

Badan Usaha yang berkedudukan di Kabupaten Tulungagung ini merupakan salah satu Badan Usaha register BPJS Kesehatan, yang artinya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, termasuk di dalamnya karyawannya sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Lili mengaku, sejak Tahun 2014 PT Cahya Jaya Sentosa telah telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Setelah mendengar penjelasan tentang Program JKN-KIS dan manfaatnya, Lili kemudian mendaftarkan PT Cahya Jaya Sentosa beserta karyawan dalam program Pemerintah ini.

“Saat itu kami mendapatkan surat dari BPJS Kesehatan agar mendaftar sebagai peserta, kemudian kami tindak lanjuti, kami diberi penjelasan tentang program ini, manfaatnya, regulasinya juga jelas dari Pemerintah. Pertimbangan kami, tidak ada buruknya apabila kami mengikuti, karena kesehatan itu penting sekali, dan apabila sakit sudah ada yang menjamin, dengan membayar iuran yang ringan,” jelasnya.

Menurut Lili, mendaftar sebagai peserta JKN-KIS merupakan salah satu fasilitas yang diberikan perusahan untuk pegawai.

“Saya berfikir ini fasilitas yang bisa saya berikan untuk karyawan. Supaya mereka senang, apabila sakit, atau melahirkan, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya, seandainya ingin naik kelas, biayanya tidak banyak, kita sebagai pekerja kan minimal di kelas 2. Merupakan sebuah kebanggaan karyawan menjadi peserta JKN-KIS karena terjamin biaya kesehatannya,” ujar Lili.

Apablia mendengar informasi negatif tentang BPJS Kesehatan, tidak masalah bagi Lili dan karyawan. Walaupun masih ada karyawan yang tidak berkenan disisihkan gajinya untuk membayar iuran JKN-KIS, secara bertahap perusahaan akan terus mengedukasi betapa pentingnya memiliki JKN-KIS.

“Bagi mereka yang sudah memanfaatkan, menggunakan JKN-KIS tidak terlalu ribet, mereka terbantu kok. Banyak sekali manfaat JKN-KIS. Terkait besaran iuran kan tidak mahal, kan 4% perusahaan yang menanggung. Bahkan ada beberapa karyawan yang iurannya kami tanggung full karena prestasinya bagus. Edukasi kepada karyawan terus kami lakukan agar mengikuti program ini, karena penting dan bermaanfaat,” tukasnya.

Sepintas ia bercerita tentang salah satu karyawannya yang tidak kehilangan uang puluhan juta untuk membiayai operasi jantung anaknya. Oleh karena itu, Lili berharap seluruh masyarakat yang belum mendaftar agar segera mendaftar dalam Program JKN-KIS, karena manfaatnya sangat besar.

“Karyawan saya banyak yang sudah memanfaatkan Program JKN-KIS ini, salah satunya yang membutuhkan biaya besar saat anak karyawan saya harus operasi jantung, kalau tidak menggunakan JKN-KIS biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp55 juta. Dia bersyukur sekali punya JKN-KIS. Ayolah bagi masyarakat yang belum mendaftar harus cepat mendaftar karena tidak ada ruginya, dari pengalaman karyawan saya sudah terbukti. Bagi perusahaan, sudah mendaftarkan karyawan saya berterima kasih, karena ini artinya perusahaan memperhatikan karyawan dengan memberikan fasilitas kesehatan. Kalau karyawan sehat kan bisa bekerja maksimal. Untuk BPJS Kesehatan, saya yakin BPJS Kesehatan akan semakin maju,” tutupnya.

(rt/red/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia