Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Gelar Aksi Tabur Bunga, Mahasiswa Datangi Polres Kota Blitar

30 September 2019, 13: 39: 17 WIB | editor : Didin Cahya FS

DAMAI: Mahasiswa dan polisi menabur bunga di atas foto Randi, mahasiswa Kendari yang tewas diduga karena ditembak oknum aparat saat demo, Senin (30/9).

DAMAI: Mahasiswa dan polisi menabur bunga di atas foto Randi, mahasiswa Kendari yang tewas diduga karena ditembak oknum aparat saat demo, Senin (30/9). (M. SUBCHAN ABDULLAH/ RADARTULUNGAGUNG.ID)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar menggelar aksi damai di depan Mapolres Blitar Kota, Senin (30/9). 

Mahasiswa mendesak kepolisian agar mengusut tuntas penyebab kematian dua mahasiswa asal Kendari, Sulawesi Utara (Sultra), Randi dan M. Yusuf Kardawi, yang tewas saat demo di depan gedung DPRD Sultra beberapa waktu lalu. "Kami memohon kepolisian segera menangkap siapa pelaku atau oknum aparat yang melakukan penembakan yang menewaskan Randi," jelas Koordinator Aksi Ahmad Sugino, Senin (30/9). 

Di depan mapolres itu mahasiswa juga menggelar aksi tabur bunga. Mahasiswa mengajak Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar dan sejumlah anggota lainnya untuk ikut menabur bunga di atas foto Randi, mahasiswa yang tewas diduga karena ditembak itu oknum aparat itu. 

Sambil menyanyikan lagu Gugur Bunga, para mahasiswa dan anggota kepolisian satu-persatu menaburkan bunga di foto Randi tersebut. Beberapa mahasiswa juga terlihat menitikkan air mata kesedihan atas tewasnya dua mahasiswa itu. 

Dalam orasinya, mahasiswa juga meminta kepolisian agar tidak tebang pilih dalam mengungkap pelaku penembakan dan pemukulan terhadap dua mahasiswa yang tewas saat demo itu. "Kepolisian juga harus terbuka kepada publik terkait penanganan kasus itu (penembakan dan pemukulan). Kepolisian harus selalu update perkembangannya," pinta pria yang mengenakan peci hitam itu. 

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar telah memastikan kasus penyebab kematian dua mahasisaa itu ditangani serius oleh Polri. "Bahkan, Wakapolri ikut turun langsung ke Kendari, Sulsel untuk memantau penanganan kasusnya," katanya. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia