Rabu, 11 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Bupati Rijanto dan Wabup Marhaenis Tinjau Pembangunan PIP RBK

05 Oktober 2019, 09: 57: 34 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

INOVASI: Bupati Rijanto dan Wabup Marhaenis UW meninjau lokasi pembangunan PIP di eks Karesidenan Wlingi.

INOVASI: Bupati Rijanto dan Wabup Marhaenis UW meninjau lokasi pembangunan PIP di eks Karesidenan Wlingi. (PEMKAB BLITAR FOR RADAR BLITAR)

WLINGI, Radar Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar konsisten dalam membangun sektor pariwisata di Bumi Bung Karno ini. Kemarin (4/10), Bupati Rijanto meninjau pembangunan Pusat Informasi Pariwisata (PIP) Rumah Blitar Kreatif (RBK) di eks Kawedanan Wlingi. Diharapkan nantinya ada multiplier effect dalam bidang ekonomi setelah semua sarana penunjang pariwisata ini tercukupi.

Kepada awak media, Bupati Rijanto mengatakan, Kabupaten Blitar memiliki banyak potensi wisata, salah satunya Sirah Kencong. Namun, potensi tersebut tidak akan maksimal manakala tidak didukung dengan sarana pendukung pariwisata. Untuk itu, tahun ini pemerintah melakukan pembangunan sarana pendukung pariwisata berupa PIP RBK. “Nanti di sini ada radio RBK, amphi theater dan foodcourt-nya,” katanya.

Menurut dia, amphi teater nantinya bisa dimanfaatkan oleh seniman atau budayawan di wilayah Wlingi untuk berkarya. Sedangkan, foodcourt bisa mengakomdasi para pedagang di Wlingi. Namun, karena area tersebut merupakan pendukung wisata, pemerintah bakal selektif dalam memberikan izin perdagangan di area tersebut. “Kami optimistis, ada multiplier effect untuk bidang ekonomi jika pariwisata dikelola dengan baik,” ucapnya.

Untuk sementara ini, progres pembangunan PIP ini berkisar di angka 30 sampai 40 persen. Ditargetkan, tahun 2020 nanti semua sarana penunjang pariwisata ini rampung dikerjakan. Namun, sebelum itu ada beberapa hal yang perlu ditangani segera. Misalnya, keberadaan pohon beringin di area tersebut yang dinilai kurang cocok untuk area penunjang wisata. “Ada beberpa pohon lain yang juga harus dirapikan. Kami sudah perintahkan DLH untuk segera mengatasinya,” jelasnya.

Dia berharap kepada pelaksana untuk bekerja lebih cepat, mengingat dalam peninjauan, mendapati jumlah pekerja belum maksimal.

Selain PIP, rombongan ini juga melihat sejumlah lokasi yang nantinya dinilai layak dibangunkan sarana mendukung aktivitas pariwisata Sirah Kencong. Misalnya rest area atau semacam tempat transit untuk kendaraan-kendaraan para wisatawan. “Jadi, nanti naik ke atas (Sirah Kencong, Red) dengan kendaraan-kendaraan kecil seperti di Tangkuban Perahu,” katanya.

Menurut dia, semua sarana pendukung pariwisata nanti saling berkaitan, terintegrasi untuk mendukung sebuah kawasan wisata. Pihaknya meyakini potensi yang ada di Sirah Kencong sangat besar. Bahkan, pihaknya mendengar kabar ada beberapa investor yang berencana untuk menanamkan modal membuka usaha di wilayah timur laut Blitar ini. “Ada investor yang mau bangun hotel,” katanya. (kmf/hai/ed/din)

(rt/hms/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia