Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Muhammad Johan Fauzi, Seniman Mural Asal Bumi Menak Sopal

07 Oktober 2019, 12: 46: 43 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Muhammad Johan Fauzi, Seniman Mural Asal Bumi Menak Sopal

Sebagian orang menganggap jika profesi sebagai seniman tidak bisa menjadi pedoman hidup lantaran penghasilannya yang tidak menentu. Namun bagi Muhammad Johan Fauzi, anggapan itu mencoba dibantah. Dia justru memutuskan menjalani hidup sebagai seniman. Terbukti, dia mampu mencukupi kebutuhan hidup dengan menjual karya seninya. 

RUANGAN yang semula adalah sebuah gudang kini disulap Muhammad Johan Fauzi menjadi ruang studio untuk mengekspresikan karya-karyanya. Di ruangan itu, terlihat beberapa lukisan di atas media kayu berukuran sekitar 10 sentimeter (cm). Dari tujuh lukisan itu, ada satu lukisan yang masih proses sketsa alias setengah jadi. Ada juga lukisan naturalis seperti suasana pemandangan alam nan indah dan aneka hewan. Ada juga lukisan sosok wanita cantik yang mengenakan hijab. 

Kumpulan kuas, cat minyak, maupun akrilik, beserta kanvas dan kayu pun tertata rapi di salah satu sisi ruangan. Terlihat juga media palet bekas pencampuran warna yang belum sepenuhnya mengering. Ruangan itu merupakan tempat Johan -sapaan akrab Muhammad Johan Fauzi- mengekspresikan diri untuk menciptakan karya seni lukis. 

Usut punya usut, pria asal Kelurahan Surodakan, kecamatan kota ini sampai memutuskan menjalani hidup sebagai seniman, bermula sejak dirinya lulus dari bangku SMA. Dulu, Johan menyadari kemampuan akademiknya lemah, kecuali dua mata pelajaran, seni menggambar dan olahraga. Kesadaran itu pun membuat Johan akhirnya ingin melanjutkan jenjang selanjutnya dengan masuk jurusan seni desain. 

Pada tahun 2006 lalu, dirinya mengikuti tes untuk mengambil jurusan seni desain di Universitas Negeri Malang. Namun, nasib berkata lain, Johan tidak diterima saat tes itu lantaran dia tidak mengikuti tes praktik kala itu. Baru di tahun 2007, Johan belajar dari kesalahan yang pernah dia perbuat. Alhasil, dia pun berhasil masuk jurusan seni dan desain. “Masuk jurusan seni dan desain itu saya mulai belajar seni,” ungkap pria berambut gondrong itu. 

Mata kuliah yang dia pelajari sekitar tujuh tahun itu ternyata semakin membuat hatinya tidak bisa berpaling dari dunia seni. Pria kelahiran 1987 itu punya harapan bisa sukses di bidang seni rupa. Semenjak dirinya lulus perkuliahan sekitar tahun 2013, dia mulai mengomersilkan karya muralnya. Beberapa kali dia mendapat tawaran job untuk melukis dinding. Tentu, Johan pun semangat dengan tawaran itu. “Kali pertama dulu mendapat job melukis dinding SMP di Malang. Ukurannya sekitar 1,5 x 10 meter,” ujarnya. 

Johan dengan empat teman lainnya mampu menyelesaikan job tersebut dalam kurun waktu tiga hari kemudian. Mulai saat itu, dia mulai tertarik untuk bekerja sebagai seniman mural. Tak ayal, sampai kini Johan masih sering mendapat tawaran untuk melukis dinding. “Sering melukis mural di luar Trenggalek, seperti di Malang maupun Surabaya,” ujarnya. 

Alumni SMAN 1 Karangan itu mengatakan, job untuk mural dinding memang tidak dapat diprediksi, tergantung tawaran konsumen. Namun, tawaran itu biasanya datang sekitar dua bulan sekali. Kadang ketika banyak tawaran, dalam sebulan bisa penuh jadwal untuk mural. “Honor mural itu bervariasi, rata-rata kalau di Surabaya sekitar Rp 300 ribu hingga 500 ribu per meter,” ujarnya. 

Hasil muralnya pun sempat dihargai sampai Rp 30 juta. Itu untuk melukis dinding yang berukuran 5-7 meter dan butuh 8 titik. Tak ayal, dinding seluas itu perlu waktu sampai satu bulan untuk menyelesaikannya. “Kebutuhan makan dan tidur dulu disediakan pihak hotel,” katanya. 

Kurun waktu 2013-2019 bekerja di bidang seni, ternyata Johan mampu bertahan hidup dengan pekerjaan itu. Bahkan, dirinya mampu mengangsur lahan untuk rumahnya nanti. “Meski suatu saat mural saya berhenti, sebelum itu saya akan mencari celah membuat karya yang bisa menghasilkan, seperti membuat kerajinan,” pungkasnya.

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia