Rabu, 16 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Ubah RUP Sebelum Hotmix Lahan Parkir

07 Oktober 2019, 12: 55: 24 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TAK JADI DIPAVING: Lokasi parkir di belakang RSUD dr Soedomo yang nantinya bakal di-hotmix karena ada perubahan RTRW pembangunan jalan tembus Widowati.

TAK JADI DIPAVING: Lokasi parkir di belakang RSUD dr Soedomo yang nantinya bakal di-hotmix karena ada perubahan RTRW pembangunan jalan tembus Widowati. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemerintahan kabupaten (pemkab) Kota Keripik Tempe tampaknya harus lebih mematangkan perencanaan dalam melakukan pembangunan demi meningkatkan sarana dan prasarana (sarpras) layanan terhadap masyarakat. Hal itu dilakukan agar jangan sampai terjadi perubahan perencanaan di tengah proses pembangunan. Salah satunya, seperti yang terjadi pada pembangunan di RSUD dr Soedomo.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, proses perencanaan pembangunan lahan parkir yang berada di bagian belakang rumah sakit pelat merah tersebut akan ada banyak perubahan. Terlihat dari lokasi parkir yang sebelumnya dibangun pavingisasi, diubah menjadi aspal hotmix. Dengan demikian, praktis seluruh perencanaan akan diubah."Itu benar. Rencananya, pengerjaan akan dilakukan tahun ini," ungkap pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan RSUD dr Soedomo, Suparman.

Dia melanjutkan, itu dilakukan karena ada perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) di lokasi tersebut. Kebijakan itu dilakukan guna menyambung pembuatan jalan tembus simpang tiga Widowati menuju ke barat hingga mengenai lahan parkir rumah sakit tersebut. "Dulu belum ada perubahan RTRW, makanya pembangunannya sesuai rencana semula, yaitu dengan pavingisasi. Namun dengan adanya perubahan RTRW itu, kami akhirnya mengikutinya dengan meng-hotmix area parkir," katanya.

Sedangkan terkait pengerjaannya, akan dilakukan secepatnya. Sebab, RSUD harus mengubah rencana umum pengadaan (RUP) terkait adanya kebijakan tersebut. Sehingga nantinya setelah perubahan RUP tersebut selesai, akan langsung dibangun akses masuk lokasi tersebut dari jalan utama RSUD sejauh sekitar 100 meter dengan hotmix. "Jika nanti jalan tembus itu selesai dibangun, maka akan langsung menyambung dengan bangunan hotmix yang sudah ada. Makanya kini kami terus berkonsultasi dengan DPRD dan pihak terkait," jelas Kabid Pengendalian dan Pelaporan RSUD dr Soedomo ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSUD dr Soedomo tampaknya harus rela halamannya terbelah pada beberapa tahun mendatang. Pasalnya, pemkab merencanakan pembangunan jalan lurus dari simpang tiga Widowati menuju ke barat.

Tak ayal, itu akan membelah bagian rumah sakit menjadi dua bagian. Yaitu ruang rawat inap yang bergandengan dengan bagian pelayanan dan kantor di sisi utara serta bangunan rumah sakit lainnya. Seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), ruang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), genset di seberang jalan, dan sebagainya. "Saya sudah mendapatkan informasi dari bappedalitbang terkait itu yang merupakan keputusan bupati sehingga kami harus menurutinya," ungkap Direktur RSUD dr Soedomo, Joko Susilo.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia