Rabu, 16 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Bangun Tempat Potong Kambing Senilai Rp 380 Juta

07 Oktober 2019, 13: 24: 58 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TAMBAH FASILITAS: RPH yang berada di kawasan Pasar Hewan Dimoro menjadi jujugan warga untuk memotongkan hewan ternaknya.

TAMBAH FASILITAS: RPH yang berada di kawasan Pasar Hewan Dimoro menjadi jujugan warga untuk memotongkan hewan ternaknya. (MOCHAMMAD SUCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

 KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Fasilitas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Blitar bertambah. Selain untuk memotong ayam dan sapi, RPH nantinya juga untuk memotong kambing. 

Saat ini RPH sedang melakukan pembangunan tempat pemotongan kambing. RPH sudah mempersiapkan sejumlah fasilitas pendukung untuk tempat pemotongan kambing tersebut. "Ya, ini sedang proses pembangunan. Sudah dilakukan mulai Agustus lalu," kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian drh Dewi Masitoh, kemarin (6/10). 

Untuk membangun tempat pemotongan kambing itu, RPH menggelontorkan anggaran sekitar Rp 380 juta. Anggaran itu diambilkan dari dana alokasi khusus (DAK) 2019. Sedangkan untuk pengadaan sejumlah fasilitas pendukungnya, RPH menyiapkan anggaran Rp 370 juta. "Pengadaan fasilitas ini sudah selesai. Kami sudah menerima barang-barangnya," jelas perempuan berjilbab ini. 

Sejumlah peralatan fasilitas pendukung itu kini sudah disimpan di RPH. Jenis barang itu di antaranya berupa gerobak daging, railing system, gerobak jeroan, gergaji, hingga berbagai jenis pisau. 

Dewi mengatakan, tempat pemotongan kambing itu dibangun di kompleks RPH. Letaknya berada di belakang tempat pemotongan sapi. "Sebelumnya kami memotong kambing di tempat pemotongan khusus sapi yang cacat. Sebab, kami belum memiliki tempat khusus untuk memotong kambing," kata perempuan ramah ini. 

Maka dari itu, dalam upaya memaksimalkan pelayanan RPH, dibangunlah tempat khusus pemotongan kambing. Jika pemotongan kambing dijadikan satu dengan sapi, meskipun sistem pemotongan sama, itu bisa memengaruhi kualitas daging sapi. 

Sebab, menurut Dewi, daging kambing cenderung berbau khas. "Jika nanti tempat pemotongan kambing menjadi satu dengan sapi, maka dikhawatirkan daging sapi ikut berbau kambing. Jadi harus dipisahkan agar kualitas daging sapi maupun kambing tetap terjaga," jelasnya. 

Pembangunan tempat pemotongan kambing di RPH itu ditargetkan selesai akhir tahun ini. Sehingga tahun depan bisa segera dimanfaatkan. Apalagi sejumlah fasilitas pendukung juga sudah siap. 

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia