Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Sandy, Remaja Tulungagung yang Lolos Babak Eliminasi Indonesian Idol

11 Oktober 2019, 09: 53: 56 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

BERBAKAT: Sandy Sri Yuwana menunjukkan golden ticket yang diperolehnya. Sandy dinyatakan lolos babak eliminasi Indonesian Idol.

BERBAKAT: Sandy Sri Yuwana menunjukkan golden ticket yang diperolehnya. Sandy dinyatakan lolos babak eliminasi Indonesian Idol. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Tidak ada kata malu dan tak ada kata menyerah bagi Sandy Sri Yuwana. Meski baru lima tahun geluti tarik suara, penampilannya berhasil memukau juri. Bahkan, dia berhasil membawa pulang golden ticket pada ajang Indonesian Idol.

Petikan suara gitar mengalun merdu dari ruang tamu rumah pasangan suami istri (pasutri) Budi Plandang Sudjarwo dan Sri Rina Yanuartiningsih. Di salah satu sofa, seorang pemuda berambut ikal tengah asyik mengutak-atik gitar miliknya. Dia adalah Sandy Sri Yuwana, gitaris sekaligus penyanyi berbakat asal Tulungagung. Sandy, sapaan akrabnya, baru saja meraih golden ticket dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol di salah satu televisi swasta. Untuk itu, dia pun berhak melaju pada babak eliminasi. 

Kepada Koran ini, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang ini menceritakan pengalamannya selama mengikuti masa audisi. Dia mengaku tidak memiliki persiapan dan target khusus. Bahkan, target awal hanya lolos audisi di Surabaya. “Awal mula tahu ada audisi itu justru dari Instagram dan ya sudah iseng-iseng saja daftar. Ternyata audisi di Surabaya lolos dan alhamdulilah bisa sampai Jakarta,” jelasnya mengawali cerita.

Meski tidak asing dengan dunia musik, mengikuti audisi selama empat hari di Jakarta menjadi pengalaman baru baginya. Sebab, ini menjadi audisi pertamanya mengikuti lomba menyanyi dengan skala nasional. Terlebih, Sandy menekuni tarik suara baru sekitar lima tahun terakhir. Tepatnya saat duduk di bangku kuliah. “Aku dari kecil main musik, terutama gitar. Nyanyi itu hanya sampingan. Jadi, ikut lomba nyanyi apalagi skala nasional ya baru ini,” terangnya.

Empat hari di Jakarta menjadi masa-masa perjuangan Sandy. Bagaimana tidak, dengan berbagai aktivitas yang harus diikuti seluruh peserta selama audisi, remaja berkacamata ini pun harus tetap tampil prima dan menjaga kualitas suara untuk tampil di depan juri. Tak hanya itu, berkompetisi dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia juga sempat membuatnya ragu. Terlebih para peserta datang dengan berbagai karakter suara dan pengalaman yang cukup mumpuni. “Jadi empat hari benar-benar padat. Hari pertama persiapan, kemudian hari kedua dan ketiga syuting dan hari keempat penjurian. Jadi, latihannya curi-curi di sela-sela syuting itu,” katanya.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini pun mengaku sempat nervous (grogi) ketika tampil. Ini membuatnya sempat lupa lirik. Namun dengan penuh keyakinan dan semangat, dia pun dapat menyelesaikan penampilan dengan baik. Bahkan, juri kagum dengan penampilan dan potensi yang dimilikinya. Meski sempat tidak dapat tampil maksimal pada saat penjurian (judging), berbagai masukan dan kritik dari juri menjadi pemicu semangatnya untuk terus berlatih. “Aku nggak mau mengecewakan mereka yang sudah kasih kesempatan ini. Jadi, aku ingin membuktikan kalau aku bisa,” imbuhnya.

Kini, peraih lima best gitarist nasional ini tengah persiapan untuk penampilan selanjutnya. Latihan rutin menjadi kegiatan yang sedang dia lakoni. “Dalam waktu dekat ini insyaallah tampil lagi di Jakarta. Jadi, sekarang lebih banyak persiapan vokal dan materi musik dulu,” tandasnya.

(rt/nda/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia