Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Saksi : Terdakwa Gadaikan Mobil Korban

11 Oktober 2019, 10: 04: 49 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

ilustrasi

ilustrasi

KOTA, Radar Tulungagung — Kasus dugaan pencurian dengan terdakwa M. Imam Asrosi digelar di PN Tulungagung di ruang sidang cakra, Rabu (9/10) lalu. Agendanya mendengarkan keterangan saksi sekaligus korban, Zaenal Arifin, yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU). 

Menurut Zaenal Arifin di depan persidangan,   dirinya mengenal terdakwa dari facebook Facebook karena sesama calon anggota DPR. Pada Minggu (7/4) sekitar jam 23.00, Wib  terdakwa datang ke rumah orang tua korban guna meminjam mobil. Terdakwa meminjam mobil isuzu Isuzu Panther bewarna biru tua tahun 2001 dengan nomor polisinopol L 1293 JO atas nama Zaenal Arifin.   Setelah bertemu korban, terdakwa bilang, “Pak, mobil saya pinjam untuk mengurusi operasional saksi pada pemilu Pemilu 2019,” ungkap Zaenal Arifin menirukan terdakwa.   

Zaenal mengatakan, terdakwa meminjam mobil korban untuk mengurusi saksi-saksi di tingkat TPS dengan kesepakatan mobil tersebut dikembalikan akhir April 2019.   Korban pun percaya dengan terdakwa karena alasan untuk kepentingan korban. “Sehingga sSaya   menyerahkan kunci mobil Isuzu Panther kepada terdakwa tanpa menyerahkan STNK dan BPKB,” katanya. 

Pada Senin (8/4), lanjut pensiun guru ini,   terdakwa menggunakan mobil korban tidak digunakan untuk mengurusi saksi-saksi pencalegan korban, malah mobil tersebut dijadikan jaminan utang kepada saudara Imron Hamzah sebesar Rp 25 juta. “Setelah mobil di tangan Imron Hamzah, kemudian dijaminkan utang Rp 30,85 juta kepada saudara Saidul Ubed pada Sabtu, tanggal 27 April lalu di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya. 

Zaenal melanjutkan, setelah Saidul Ubed menerima mobil Isuzu panther miliknya dari Imron Hamzah, Saidul Ubed ketakutan karena tidak ada STNK dan BPKB kendaraan Isuzu Panther. Sehingga Saidul Ubed menyerahkan ke Polsek Kejayan,   Kabupaten Pasuruan.

Zaenal mengaku, dengan peristiwa ini dirinya mengalami kerugian sekitar Rp 85 juta. “Sebab, mobil tersebut jika dijual laku sebesar itu (Rp 85 juta, Red),” katanya.   

Sementara itu, menurut JPU Didik Kurniawan JPU,   terdakwa telah membawa mobil milik korban Zaenal Arifin dengan motif ingin mengurusi oprasional saksi pada pemilu Pemilu 2019. Ternyata terdakwa memiliki rencana menjadikan mobil panther Panther tersebut sebagai jaminan utang sebesar Rp 25 juta kepada Imam Hamzah. “Sekarang Imam Hamzah menjadi (DPO) pihak berwajib,” jelasnya. 

Didik menambahkan, usai sidang dengan mendengar keterangan dari saksi plus korban Zaenal Arifin, minggu depan sidang akan kembali digelar.

(rt/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia