Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari di Sembon, Karangrejo Berhasil Dibekuk

11 Oktober 2019, 10: 19: 53 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENYESAL: Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Wisnu Kuncoro sedang menginterogasi Riris, tersangka tabrak lari, kemarin (10/10).

MENYESAL: Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Wisnu Kuncoro sedang menginterogasi Riris, tersangka tabrak lari, kemarin (10/10).

KARANGREJO, Radar Tulungagung — Petunjuk   minim, tak membuat polisi menyerah dalam mengungkap kasus tabrak lari di wilayah jalan Raya raya Karangrejo, Selasa (8/10). Bahkan, korps Korps Bhayangkara berhasil mengamankan sopir yang kabur usai menabrak Indasah, warga Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, Selasa (8/10) sekira sekitar pukul 01.30 lalu. Sopir tersebut, Riris My Friendy, warga Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Riris mengaku kabur karena khawatir di massa warga setempat.  dan dDia pun dibekuk di rumahnya. Kemarin (10/10), polisi baru merilisnya. 

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatlantas AKP Wisnu Kuncoro mengatakan, pihaknya mendapat petunjuk identitas pelaku tabrak lari dari salah satu saksi yang berhasil mencatat nomor pelat mobil L300 yang dikendarai   tersangka saat terjadi kecelakaan tersebut.   Selain itu, juga mendapatkan bukti lain yang ditemukan saat olah TKP di lokasi kejadian berupa patahan wiper yang diduga milik tersangka. "Lantas kita Kami lakukan penyelidikan terhadap mobil dengan nomor pelat AG 8027 YF yang dicatat saksi sekitar untuk mengetahui kendaraan tersebut berada,” katanya.

Namun ternyata, untuk mengetahui keberadaan tersangka tidaklah mudah. Pasalnya, mobil dengan pelat tersebut rupanya sudah beberapa kali dijual, hingga akhirnya dibeli tersangka yang beralamat di Desa Prigi, Trenggalek. Petugas pun langsung mendatangi alamat tersangka. “Ternyata mobil ini sudah berpindah tangan sebanyak tiga kali, dan terakhir mengarah ke tersangka. Lantas, di sana kita kami mintai keterangan, ternyata mengakui semua perbuatannya,” terangnya.

Pengakuan tersangka kepada penyidik, pihaknya membawa ikan tongkol dari Madura untuk dibawa ke Prigi. Dalam perjalanannya, dia sempat istirahat makan di Jeli. Kemudian sekitar pukul 01.00, pihaknya melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan 40-50 km. Namun, tersangka mengaku kaget, karena tiba-tiba menabrak seorang yang hendak menyeberang. Apalagi ditambah penerangan yang minim membuatnya kurang memperhatikan jalur dengan jelas. "Jadi setelah menabrak, dia sempat berhenti. Kemudian datang warga, namun tapi dia malah melarikan diri dengan alasan takut di massa," terangnya

Akibat perbuatannya, tersangka terancam dijerat pasal 310 ayat (4) dan pasal 312 UURI Nomor 22 tahun Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. "Untuk korban, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan," tandasnya.

Sementara itu, Riris mengaku memang tak bisa menghindari kecelakaan tersebut. Kondisi TKP cenderung gelap. Saat dia melaju, korban yang sedang menyeberang secara tiba-tiba baru diketahui setelah jarak antara dia dan korban cukup dekat. Yakni kurang lebih 10 meter. Dalam keadaan itu, Riris berupaya menghindar dengan banting setir ke kiri, namun tapi korban juga ikut berlari ke arah yang sama sehingga kecelakaan tak bisa dihindarkan. "Saat itu, korban masih hidup. Tapi ada luka parah tepat di kepala," ucap bapak satu anak ini. 

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia