Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

BKK Tak Jelas Kapan Turun

14 Oktober 2019, 10: 04: 32 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

SOLUSI TERAKHIR: Petugas BPBD Trenggalek ketika memberi bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan

SOLUSI TERAKHIR: Petugas BPBD Trenggalek ketika memberi bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan (BPBD FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - BPBD Trenggalek harus terus mencari solusi untuk mengatasi kekeringan di Kota Keripik Tempe yang terjadi setiap tahun. Pasalnya, berbagai usulan yang dilakukan untuk penanggulangan kekeringan belum pasti cair. Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Djoko Rusianto.

Menurut dia, tahun ini sebenarnya BPBD telah mengajukan bantuan keuangan khusus (BKK) untuk membangun sumur di beberapa titik yang selalu terdampak kekeringan. Sehingga pengajuan tersebut kini masih diproses untuk kepastiannya. “Bencana kekeringan ini merupakan siklus yang biasanya terjadi setiap tahunnya. Makanya, atas usulan pemprov, kami mengusulkan itu ke BPBD Jawa Timur,” katanya.

Kendati demikian, belum bisa dipastikan apakah bisa turun atau tidak. Sebab, perlu dilakukan pengkajian dari pihak terkait. Hal dilakukan untuk mengenai situasi dan kondisi di lapangan apakah pembangunannya bisa atau tidak. Mengingat yang mengajukan bukan hanya Trenggalek. “Besaran pengajuan BKK untuk sumur yang kami lakukan sekitar Rp 4 miliar. Dilihat kondisi di daerah dulu agar bantuan tidak sia-sia,” ungkapnya.

Terkait lokasinya pun perlu dilakukan penelitian. Khususnya mengenai keberadaan air dan debit air lokasi yang nantinya diambil. Sehingga penelitian tersebut memakai kajian akademik. Ini dilakukan agar jangan sampai jika bantuan itu telah turun dan dibangun sumur, ternyata airnya tidak mencukupi, bahkan tidak ada. Sebab, hal semacam itu juga pernah terjadi di beberapa wilayah.

Untuk itu, hingga kini BPBD belum bisa menyebutkan lokasi mana yang diajukan untuk mendapat BKK sumur tersebut. Sebenarnya tahun ini Trenggalek juga telah mendapatkan bantuan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengeboran sumur di empat wilayah. “Jadi hanya lokasi tertentu yang dipilih. Sebab, tidak bisa semua titik dibor dan semoga saja pengajuan BKK yang kami lakukan dapat segera turun dan bisa dinikmati saudara-saudara di daerah sana yang membutuhkan," jelas Djoko.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia