Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Gelar Tiban untuk Minta Hujan

14 Oktober 2019, 10: 09: 06 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TIDAK TAKUT: Dua orang peserta saling melecutkan cemeti saat digelar kesenian tiban di lapangan Desa Ngulan Wetan, Kecamatan Pogalan, kemarin (13/10).

TIDAK TAKUT: Dua orang peserta saling melecutkan cemeti saat digelar kesenian tiban di lapangan Desa Ngulan Wetan, Kecamatan Pogalan, kemarin (13/10). (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

Sementara itu, budaya tiban mulai digelar di beberapa wilayah di Bumi Menak Sopal. Tak sedikit masyarakat yang mempercayai bahwa tradisi nenek moyang itu mampu mendatangkan hujan di tengah musibah kekeringan melanda. Hal inilah yang mendasari digelarnya kesenian tiban di lapangan Desa Ngulan Wetan, Kecamatan Pogalan, kemarin (13/10).

Kepala Desa (Kades) Ngulan Wetan Nurkholis mengungkapkan, budaya tiban merupakan budaya peninggalan dari nenek moyang. Dulu, nenek moyang memaknai istilah tiban dengan arti kata tibane udan atau turunnya hujan. Sehingga tiban dipercayai masyarakat sebagai salah satu alat untuk meminta hujan kepada Sang Pencipta. “Kendati mayoritas masyarakat percaya tiban bisa datangkan hujan, tapi semua tetap kehendak Sang Pencipta,” katanya kepada Koran ini.

Tradisi tiban khususnya di Desa Ngulan Wetan tidak mengalami banyak perubahan dari dulu hingga sekarang. Tradisi kubu selatan lapangan melawan kubu utara lapangan masih menjadi cara utama untuk menyelenggarakan tiban. Alat musik tradisional seperti saron, kendang, maupun kentongan masih digunakan untuk mengiringi acara tiban.

Pria ramah ini melanjutkan, peserta atau pecandu tiban semakin banyak dari masa ke masa. Bahkan, generasi muda pun semakin banyak yang turut serta naik ke arena tiban untuk saling memecutkan cemeti yang terbuat dari lidi aren. Adapun hal yang menjadi tujuan peniban yakni bisa membuat tanda X di dada lawan, sekali pun lawan sudah berusaha melindungi dadanya. “Acara ini bukan mencari siapa yang menang, tetapi lebih sebagai pelestarian budaya leluhur, dan menambah tali persaudraan," pungkasnya.

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia