Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Ajarkan Demokrasi ke Anak Didik

15 Oktober 2019, 09: 28: 32 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MERIAH : Waka urusan Kesiswaan SMPN 2 Tulungagung ketika memberikan pengarahan pada acara penyampaian visi misi ketua OSIS.

MERIAH : Waka urusan Kesiswaan SMPN 2 Tulungagung ketika memberikan pengarahan pada acara penyampaian visi misi ketua OSIS. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung — Banyak cara dilakukan untuk tanamkan nilai demokratis pada generasi muda. Salah satunya melalui pemilihan pengurus OSIS. Seperti yang dilakukan SMPN 2 Tulungagung, pemilihan pengurus OSIS pun diawali dengan kegiatan penyampaian visi-misi oleh ketiga pasangan calon (paslon) ketua umum kemarin (14/10). 

Waka Urusan Kesiswaan SMPN 2 Tulungagung Ahmad Suharto pun mengatakan metode pemilihan pengurus OSIS sengaja meniru mekanisme pemilihan umum (pemilu). Sebab dengan demikian memberikan pendidikan demokrasi dan pengetahuan sejak dini tentang tata cara pemilu bagi siswa. “Pemilihan kali ini memang agak berbeda, kita menerapkan sistem demokratis. Ini sekaligus sebagai sarana anak-anak untuk belajar demokratis,” jelasnya ditemui usai acara.

Harto-sapaan akrabnya-, melanjutkan pemilihan 3 kandidat paslon ketua OSIS melalui penjaringan cukup ketat. Ini diawali dengan anggota MPK (majelis perwakilan kelas) bermusayawarah menentukan 3 kandidat yang berkompeten untuk selanjutnya diajukan pada pemilihan umum. 3 paslon terpilih akan mengikuti tahapan penyampaian visi-misi. Ini sekaligus ajang kampanye, sebelum memasuki hari tenang jelang pemilihan. “Nah, di penyampaian visi misi ini, menjadi poin penting. Karena selain melatih anak untuk mandiri juga memiliki jiwa leadership (kepemimpinan),”imbuhnya.

Sesuai jadwal yang telah disepakati, pemilihan umum akan dilaksanakan Kamis (17/10) mendatang. Untuk itu, mulai hari ini (15/10) hingga Rabu (16/10) merupakan hari tenang. Calon ketua OSIS diimbau untuk tidak melakukan aktivitas kampanye. Rencananya proses pemungutan suara pun dilakukan secara bergantian, sehingga tidak menganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Usai pemungutan suara panitia akan langsung lakukan penghitungan suara dan langsung mengumumkan paslon terpilih. “Ini juga untuk menghindari kecurangan. Jadi benar-benar seperti pemilu itu,”terangnya.

Tak berhenti di situ, Harto mengatakan, usai pemungutan suara paslon terpilih nantinya diminta untuk segera menyusun kabinet. Setidaknya akan ada 10 seksi bidang (sekbid) kerja, mulai dari sekbid keagamaan hingga bahasa asing. Nantinya pada masing-masing sekbid akan ada 3 menteri yang bertugas. “Setelah semua terpilih rencananya pengurus OSIS yang baru ini akan dilantik pada 28 Oktober mendatang, bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda,” jelasnya.

Ia pun berharap, nantinya pada pengurus OSIS yang baru agar dapat melaksanakan program-program kerja dengan baik. Tak hanya itu, melalui mekanisme pemilihan demokratis ini dapat melahirkan generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang cakap, berkarakter, berwawasan, dan memegang teguh nilai religi yang ada.

(rt/nda/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia