Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Butuh Mekanisme Kesepakatan Investasi Wisata Antara Investor - Pemkab

21 Oktober 2019, 11: 32: 39 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

AKAN DIGALI: Lokasi Pantai Mutiara di Kecamatan Watulimo yang menjadi sasaran para investor.

AKAN DIGALI: Lokasi Pantai Mutiara di Kecamatan Watulimo yang menjadi sasaran para investor. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek - Pemkab di Kota Keripik Tempe dituntut untuk lebih kreatif dan kontinu dalam menggaet para investor agar segera berduyun-duyun menginvestasikan modalnya untuk dikembangkan, khususnya di sektor pariwisata. Untuk itu, perlu dilakukan kesepahaman kedua belah pihak dalam berinvestasi demi memajukan wisata di Kota Keripik Tempe.

Pasalnya, kendati kini ada beberapa investor yang setuju untuk menanamkan modalnya di Trenggalek, mekanisme investasi yang dilakukan belum sepenuhnya muncul kesepahaman. Dalam hal ini, pemkab harus terus melakukan pendekatan agar ada kesepakatan. ”Terkait itu, kami terus menjajaki kerja samanya dan kini sudah kali keempat. Semoga saja cepat tercapai,” ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin

Dia melanjutkan, itu harus segera dilakukan mengingat ada tiga pengembangan fasilitas yang akan digali oleh para investor. Tiga lokasi tersebut seperti pembangunan glamping resort di Pantai Mutiara, glamping resort di Mangrove Pantai Cengkrong, dan pengelolaan Hotel Prigi menjadi hotel edukasi. Dari semua itu, kemungkinan besar yang benar-benar dilakukan penggalian wisata adalah pembangunan glamping resort di Pantai Mutiara. ”Setelah sedikitnya empat kali melakukan pertemuan, saya rasa desain pengembangannya sudah cukup oke,” katanya.

Dari situ, dalam pengembangan wisata tersebut tinggal mekanisme investasi yang belum ada kesepakatan. Untuk itu, pemkab mengusulkan investasi yang dilakukan adalah dengan model crowdfunding. Investasi dengan model tersebut diharapkan akan mempercepat realisasi pembangunan. Sebab, modal bisa didapat dengan cara gotong royong dari berbagai macam sumber. Itu karena pengembangan pariwisata butuh pembangunan yang cepat. Jadi jika hanya dilakukan oleh satu investor, dipastikan akan memberatkan.

Dari situ diharapkan tahun ini sudah ada kesepakatan dalam hal kerja samanya. Sehingga tahun depan pembangunannya bisa dimulai. ”Semoga saja pembangunan fasilitas baru itu akan menunjang kunjungan wisatawan tahun depan yang jumlahnya bisa mencapai 1 juta wisatawan,” jelas Ipin.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia