Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Yayasan PP Panca Hidayah Kalidawir Gelar Hari Santri 2019

22 Oktober 2019, 17: 02: 11 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KHIDMAT : Ketua Yayasan PP Panca Hidayah Kalidawir H Syamsul Laily, SH, MM membacakan sambutan saat menjadi menjadi inspektur upacara di halaman rumahnya, kemarin (21/10)

KHIDMAT : Ketua Yayasan PP Panca Hidayah Kalidawir H Syamsul Laily, SH, MM membacakan sambutan saat menjadi menjadi inspektur upacara di halaman rumahnya, kemarin (21/10) (AHMAD RIZAL MUSTOFA/RATU)

KALIDAWIR, Radar Tulungagung -  Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2019, Yayasan PP Panca Hidayah di Jalan K.H Sirodj No 01 Tunggangri, Kecamatan Kalidawir menggelar upacara di depan halaman rumah H. Syamsul Laily, SH, MM (ketua Yayasan PP Panca Hidayah ) yang sekaligus pembina upacara, kemarin (21/10). 

Upacara tersebut diikuti ketua PKBM, seluruh siswa, guru TPQ, PAUD, RA, MI dan SMKI. Peserta yang ikut upacara sekitar 200 orang tersebut berjalan lancar dan peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan Hari Santri Nasional 2019. 

Dalam sambutan H Syamsul Laily SH, MM, selain mengucapkan selamat hari santri nasional ke 5,  pihaknya meminta santri harus ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis paham keagamaan, spirit nasionalisme. “Ini sebagian dari imam hubbul within minal iman,” ungkapnya. 

Pria berkacamata ini mengatakan, hari santri merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santi dalam merebut, mengawal, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari revolusi jihad yang dikumandangkan Syeh K.H Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945. Dihadapan konsul-konsul Nahdlatil Ulama (NU) seluruh  Jawa-Madura. Fatwa revolusi jihad NU digaungkan dengan pidato  syeh K.H Hasyim Asyari berperang menolak, melawan penjajah itu fardu a’in yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap orang islam laki-laki, perempuan, anak-anak. 

H. Sayamsul Laily, SH, MM menghimbau kepada santri bahwa santri harus didukung keberadaanya, perlu difasilitasi keberadaanya, terutama dengan terbitnya Undang-Undang pondok pesanteren. “Maka dengan ini santri di Indonesia semakin eksis,” katanya. 

Selain menggelar upacara hari santri, kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng film santri sekitar pukul 19.00 yang juga diikuti seluruh santri dan anggota Yayasan PP Panca Hidayah. 

Perlu diketahui, Yayasan PP Panca Hidayah membina Ta’mir Masjid, TPQ, PKBM, PAUD, RA, MI, SMKI.  Sedangkan,  SMKI milik yayasan yang memiliki jurusan teknik kendaraan ringan, teknik sepedah montor, tata busana dan akutansi.

(rt/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia