Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Ciduk Gembong Pengedar Obat Haram

23 Oktober 2019, 09: 43: 00 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK

HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK (TAK BERKUTIK: Salah satu gembong pengedar narkoba dan obat keras yang berkedok pengamen jalanan.)

KOTA, Radar Trenggalek - Pengedar narkoba dan obat keras berkedok pengamen jalanan berhasil dibekuk aparat kepolisian Polres Trenggalek. Dari tangan para tersangka, diamankan alat hisap, timbangan, dan 15 ribu butir obat keras. 

Kapolres Trenggalek Jean Calvijn Simanjuntak membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, ketiga tersangka, yakni Didik Handoyo dan Sunaryo, keduanya warga Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek dan Musholeh, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Pengungkapan gembong narkoba dan obat keras ini bermula dari penangkapan terhadap Didik Handoyo. Tersangka satu itu ditangkap di Pasar Basah, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek pada Kamis lalu (10/10). “Dari tangan inisial D kami mengamankan 27 butir pil dobel L,” ujarnya.

Dari tersangka satu, ternyata dia mendapatkan barang haram tersebut dari tersangka Sunaryo. Petugas pun bergegas memburu tersangka dua, yakni Sunaryo. Pukul 11.00, Sunaryo pun berhasil ditangkap dengan barang bukti berupa pil dobel L sejumlah 12 pil. “Dari pengakuan inisial S, ternyata dia juga mendapatkan barang itu dari inisial M,” katanya.

Berpijak dari dua tersangka, polisi pun bergerak ke tersangka lain. Hingga akhirnya korps baju cokelat menemukan tersangka ketiga, yakni Musholeh di Desa Gondang, Kecamatan Tugu. “Saat kami menggeledah rumahnya inisial M, kami menemukan sabu-sabu dan alat hisap di almari kamarnya. Selain itu, pil dobel L sebanyak 14.504 dan Dextro 691 butir,” jelasnya.

Pihaknya menduga, satu gembong pengedar narkoba dan obat keras itu masih berkeliaran. Kini, pihaknya masih mendalami tersangka inisial B yang diduga sebagai penyedia barang untuk Musholeh. “Dari interogasi inisial M, dia mendapat barang itu dari B. Namun, kami masih menyelidikinya,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan (2) subsider pasal 112 ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) subspasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan (3) UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancaman untuk mereka yakni paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” tegasnya.

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia