Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

60 Orang Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di Teras Rumah Bidan

23 Oktober 2019, 10: 23: 07 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

JADI PERHATIAN: Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar menggendong bayi imut tersebut di Puskesmas Ponggok, kemarin (22/10).

JADI PERHATIAN: Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar menggendong bayi imut tersebut di Puskesmas Ponggok, kemarin (22/10).

PONGGOK, Radar Blitar – Bayi perempuan yang ditemukan di teras rumah bidan Anis Yuswiarningsih di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada Senin (21/10) terus dipantau kesehatannya.

Bayi seberat 4,1 kilogram (kg) itu kini berada di Puskesmas Ponggok untuk dirawat. Bayi tersebut mendapat penanganan intensif dari tim medis puskesmas. "Alhamdulillah, kondisi kesehatan bayi perempuan tersebut hingga hari ini stabil. Kami rawat sesuai prosedur seperti bayi seperti baru dilahirkan," jelas Dokter Jaga Puskesmas Ponggok dr Inaka Nugraheni, kemarin (22/10).

Dia mengatakan, bayi tersebut masuk ke puskesmas dalam kondisi sehat. Tidak ada infeksi ditemukan pada bayi imut itu. "Memang diperkirakan bayi baru dilahirkan dua jam sebelum bayi ditemukan," terang perempuan berjilbab ini.

Lebih lanjut, tim medis belum bisa memastikan proses kelahiran bayi tersebut. Apakah dilahirkan secara sesar atau normal, Inaka belum bisa menjelaskan. "Itu perlu pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, sampai kemarin sudah banyak warga yang ingin mengadopsi bayi perempuan mungil tersebut. Namun, belum bisa dilakukan karena harus melalui prosedur hukum yang diatur dalam perundang-undangan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, sudah ada sekitar 60 orang yang bersedia mengadopsi bayi imut itu. Namun, keputusan adopsi harus melalui prosedur hukum yang berlaku. "Nanti keputusan siapa yang akan mengadopsi kami serahkan kepada instansi berwenang," jelasnya ketika menjenguk bayi tersebut di Puskusmas Ponggok.

Hingga kini, kepolisian terus menyelidiki kasus pembuangan bayi perempuan tersebut. Petugas terus berupaya untuk mencari orang tua (ortu) bayi malang tersebut. "Anggota kami terus menyelidiki dan mencari siapa ortu dari bayi tersebut," terang perwira berpangkat dua melati di pundak ini.

Dia menyampaikan kepada masyarakat Ponggok apabila mendapat informasi atau mengetahui ortu bayi tersebut, agar segera melaporkan ke kepolisian terdekat. "Selain itu, bila ortu bayi melihat tayangan berita ini di media agar segera saja mengakuinya. Atau ortu bisa langsung datang ke polsek," tegas mantan Kasatlantas Kapolrestabes Surabaya ini.

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia