Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Upaya Desa Krisik Hadirkan Gerbang Baru Blitar Utara

23 Oktober 2019, 10: 43: 18 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

LUAS: Kepala Desa Krisik Hari Budi Setyawan berada di lahan yang akan dibangun kawasan terpadu.

LUAS: Kepala Desa Krisik Hari Budi Setyawan berada di lahan yang akan dibangun kawasan terpadu. (YANU ARIBOWO/RADAR BLITAR)

Periode kedua memimpin Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Hari Budi Setyawan bakal menggulirkan gebrakan baru. Potensi yang ada di tersebut bakal dimaksimalkan. Pembangunan kawasan terpadu di salah satu desa yang menjadi pintu gerbang utara wilayah Kabupaten Blitar ini akan dibangun secara bertahap.

Lokasi desa yang diapit dua gunung, Gunung Kelud dan Buthak serta berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Malang, membuat Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, memiliki banyak potensi. Salah satu potensi yang bakal digarap tahun depan adalah menghadirkan gerbang baru di kawasan Blitar utara. Secara bertahap, mulai tahun depan Desa Krisik yang berbatasan langsung dengan Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, kembali berbenah.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Krisik Hari Budi Setyawan, Desa Krisik terus berbenah. Pada kepemimpinan periode pertama 2013-2019, salah satu yang menjadi fokus pembangunan adalah sektor infrastruktur. Seperti konstruksi jalan sepanjang 4.500 meter, meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 1.000 meter, dan sisanya peningkatan jalan rabat dan paving yang fokus di pelosok desa. Selain itu, juga ada pembangunan jembatan penghubung di Dusun Krisik dan Barurejo.

Kini, pada periode kedua 2019-2025, pihak desa bakal memaksimalkan potensi desa. Di antaranya akan mendirikan Kampung Susu. Pasalnya, Desa Krisik kini mampu memproduksi sekitar 17 ton susu segar per hari yang dihasilkan dari sekitar 4 ribu ekor sapi perah dan jumlah itu terus bertambah. Selain itu, juga akan dibangun pasar agro yang menampung hasil pertanian warga. “Sasarannya bisa menjaring masyarakat yang memanfaatkan jalur lintas yang menghubungkan Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Nantinya, bisa juga menggandeng desa lintas kabupaten karena berbatasan langsung dengan Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, yang memiliki potensi sama di wilayah perbatasan,” jelas pria berkacamata ini.

Selain itu, Desa Krisik juga terus memaksimalkan potensi produk olahan. Seperti susu pasteurisasi Kris Milk kemasan 250 mililiter (ml) rasa cokelat, stroberi, dan original. Tak hanya itu, juga ada permen susu rasa original dan stik susu rasa original. Munculnya berbagai potensi itu berkat kerja sama Desa Krisik dengan LP3M Universitas Brawijaya, Malang. “Kerja sama ini tidak hanya membina masyarakat dalam bidang peternakan dan pertanian saja, tapi juga ada pembuatan pakan ternak hingga produk olahan,” jelas pria 47 tahun ini.

Pria yang akrab disapa Wawan ini memastikan langkah memimpin Desa Krisik periode kedua, setelah unggul dalam pemilihan kades serentak Selasa (15/10) lalu. Berhadapan dengan Wakijan yang mengantongi 1.745 suara, Wawan mampu unggul dengan perolehan 2.081 suara. Hasil itu sekaligus memastikan langkah pria 47 tahun ini untuk merealisasikan program yang dicanangkan pada periode kedua kepemimpinannya.

Wawan sudah memetakan program kerja jangka panjang selama memimpin Desa Krisik yang kali kedua. Salah satunya program jangka panjang itu bakal direalisasikan di atas lahan seluas 5 hektare. Tahun depan bakal ada pembangunan jalan baru yang dicanangkan sebagai jalur utama Desa Krisik sepanjang 1 kilometer, dengan lebar 8 meter. Jalan baru itu untuk mengantisipasi kemacetan ketika Desa Krisik memiliki hajatan besar yang harus menutup salah satu akses jalan. Selain itu, juga mulai tahapan pembangunan Kampung Susu.

Selanjutnya, pada 2021, pembangunan fokus sektor jalan di pelosok desa. Pada 2022, mulai pembangunan pasar agro dan 2023 kembali fokus membangun sektor jalan di pelosok desa. Kemudian pada 2024 dimulai pembangunan kandang sapi dan gelanggang olahraga (GOR). Semua program yang didanai dana desa (DD) itu ditargetkan tuntas pada 2025. Selain itu, pada 2023 juga ada pembangunan kantor kades baru menggunakan alokasi dana desa (ADD). “Bangunan kantor kades lama bakal dimanfaatkan untuk kantor operasional badan usaha milik desa (BUMDes),” jelas Wawan.

Seperti diketahui, Desa Krisik memiliki empat wilayah dusun, yakni Dusun Krisik, Wonorejo, Tirtomoyo, dan Barurejo. Total ada 7.683 warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan peternak. Untuk mendukung pembangunan desa melalui DD, Desa Krisik pada 2019 mendapatkan kucuran dana Rp 993.923.000, kemudian pada 2020 meningkat menjadi Rp 1.043.093.000.

(rt/yan/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia