Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Akhirnya Dicokok, Kuli Bangunan Ngaku Polisi dan Curi Ponsel

23 Oktober 2019, 15: 01: 21 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Akhirnya Dicokok, Kuli Bangunan Ngaku Polisi dan Curi Ponsel

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Muhamad Nizam akhirnya tak bisa berkutik lagi. Aksi tipu-tipu pria asal Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri itu terbongkar. 

Kuli bangunan 37 tahun itu mengaku-ngaku sebagai polisi untuk melancarkan aksi kejahatannya. Yakni merampas ponsel milik para korbannya. Petugas Unit reserse Kriminal Polsek Kepanjenkidul dan Satreskrim Polres Blitar Kota akhirnya berhasil menangkapnya. "Pelaku ini residivis kasus yang sama. Pernah dipenjara di Madiun," kata Wakapolres Blitar Kota Kompol Nurhalim, Rabu (23/10). 

Halim mengatakan, aksi penipuan dan pencurian itu dilakukan tersangka di kawasan sport center Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul pada 12 Oktober sekitar pukul 19.00. Saat itu ada tiga pemuda yang sedang berkumpul di sport center tersebut. "Pelaku lalu mendekatinya. Dia pura-pura sedang patroli dan lalu menggeledah para korban dan menemukan ponsel," jelasnya. 

Kepada para korban, saat itu tersangka mengaku sebagai polisi yang sedang berpatroli. Dia mengenakan pakaian preman untuk mengelabuhi ketiga korban yang masih pelajar itu. "Tersangka membawa ponsel milik korban. Dia meminta korban untuk menyusulnya di pos jaga dekat sport center. Tetapi, setelah korban sampai di pos, tersangka sudah tidak ada," terang perwira berpangkat satu melati di pundak ini. 

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan tiga unit ponsel milik tiga pelajar itu. Setelah digeledah di rumah tersangka, polisi menemukan sejumlah ponsel lainnya hasil kejahtan dan satu unit sepeda motor Honda CBR. Petugas juga menyita pakaian yang dikenakan tersangka ketika beraksi. 

Hasil pengembangan kepolisian, tersangka tidak hanya beraksi di wilayah Kota Blitar. Tetapi tersangka juga beraksi di wilayah Kabupaten Blitar. "Hasil pengembangan, pelaku ini juga pernah beraksi di wilayah Lodoyo Timur (lotim). Kami lakukan koordinasi dengan kepolisian wilayah sana (Lotim)," jelas mantan Kabagops Polres Bangkalan ini.

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia