Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Saksi Kasus Sonokeling di Trenggalek Ngaku Tak Kenal Terdakwa

25 Oktober 2019, 09: 33: 47 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

PROSESI SIDANG: Terdakwa Samsul Hadi saat menjalani sidang kasus pembalakan sonokeling, kemarin (24/10).

PROSESI SIDANG: Terdakwa Samsul Hadi saat menjalani sidang kasus pembalakan sonokeling, kemarin (24/10). (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Sidang kasus pembalakan kayu jenis sonokeling yang menyeret oknum polisi sebagai tersangka, kemarin (24/10), memasuki tahap pemeriksaan saksi. Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) sengaja menghadirkan tiga saksi yang terlibat kendati para saksi tersebut tidak mengetahui bahwa kayu sonokeling itu hasil pembalakan liar.

Sidang pemeriksaan saksi digelar di ruang Kartika pengadilan negeri (PN) sekitar pukul 13.30. Sebelum memberikan keterangan, tiga saksi disumpah terlebih dulu agar memberikan informasi yang benar adanya. Saksi yang dihadirkan di antaranya sopir pengangkut kayu, Eko Kurniawan, warga Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung.

Saksi kedua, pemilik pekarangan yang dipakai untuk penitipan kayu sonokeling, Joko Adi Siswoyo, warga Desa Pucung Kidul, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Dan saksi ketiga, petugas pemangkas dahan yang berjatuhan bernama, Yasir, warga Desa Pandean, Kecamatan Durenan.

Dari pengakuan para saksi yang dihadirkan tersebut, ketiganya mengaku tidak pernah melihat ataupun mengenal terhadap terdakwa Samsul Hadi.

Sopir pengangkut kayu Eko Kurniawan mengaku dirinya hanya mendapat tugas dari terpidana Agus Mahendra untuk mengangkut kayu di rumija depan SPBU Durenan hingga depan Polsek Durenan. Setiap kali pengangkutan, pihaknya dibayar Rp 250 ribu. "Saya tidak pernah melihat terdakwa Samsul Hadi di lapangan," ungkap Eko Kurniawan kepada majelis hakim.

Saksi kedua, pemilik pekarangan yang digunakan sebagai lokasi penitipan kayu sonokeling. Joko Adi Siswoyo mengaku mendapat bayaran Rp 250 ribu per bulan dari terpidana Agus Mahendra. Dia pun tidak pernah melihat terdakwa Samsul Hadi di rumahnya. "Saya hanya tahu Pak Agus Mahendra yang pernah datang ke rumah saya," ungkap Joko Adi Siswoyo.

Sementara itu, pemangkas dahan, Yasir mengaku dirinya juga tidak pernah melihat terdakwa Samsul Hadi di lapangan. Yasir menceritakan, dia mendapat tugas dari terpidana Agus Mahendra hanya untuk memangkas dan membersihkan daun yang jatuh. Kendati demikian, Yasir mengaku melihat polisi yang lebih dari satu berada di lokasi. Polisi-polisi tersebut mengenakan seragam lengkap dan mengatur lalu lintas. Namun, polisi yang ada di TKP itu bukan terdakwa Samsul Hadi.  "Saya baru mengetahui terdakwa Samsul Hadi baru di pengadilan ini," ujarnya.

Usai para saksi menceritakan apa yang dia ketahui, sidang itu ditunda pada Kamis (31/10) mendatang. Majelis hakim pun menunda untuk agenda pemeriksaan saksi dari pihak polisi. (tra/ed/tri)

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia