Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Hasil Sidak Petugas, Pernah Ada yang Jual Daging Sapi Gelonggongan

25 Oktober 2019, 09: 44: 04 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

UJI LABORATORIUM DULU: Petugas dari dispertapan ketika mengambil sampel daging yang dijual di Pasar Basah.

UJI LABORATORIUM DULU: Petugas dari dispertapan ketika mengambil sampel daging yang dijual di Pasar Basah. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Masyarakat Kota Keripik Tempe dan sekitarnya harus tetap waspada dan selektif dalam memilih bahan makanan dari hewan untuk dikonsumsi. Pasalnya, kemungkinan masih ada makanan dari hewan, terutama daging sapi, kambing, dan ayam tak layak konsumsi yang masih beredar di pasar.

Hal ini terkait adanya temuan daging hewan yang tercemar zat-zat atau obat-obatan berbahaya. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, dinas pertanian dan pangan (dispertapan) melakukan pengecekan daging tersebut yang dijual di pasar. Salah satunya seperti yang dilakukan di Pasar Basah, kemarin (24/10). ”Kegiatan ini (pengecekan daging, Red) kami lakukan untuk meminimalkan daging yang tak layak konsumsi, tapi masih saja dikonsumsi masyarakat,” ungkap Sekretaris Dispertapan Didik Susanto.

Dia melanjutkan, sebab, masih ada daging, khususnya daging sapi yang tak layak konsumsi beredar di masyarakat. Sebab, ketika dilakukan pengujian, ada daging yang mengandung zat tertentu yang tidak layak konsumsi. Selain itu, juga ada hati sapi yang mengandung cacing hati, tapi tetap dijual. ”Dengan pengecekan yang kami lakukan secara berkala ini, syukurlah belum ditemukan daging yang tak layak dikonsumsi,” katanya.

Sedangkan dalam pengecekan, dispertapan mengambil sampel daging dari para pedagang dengan cara membelinya. Setelah itu, daging dimasukkan dalam plastik bening, lengkap dengan identitas pedagang dan disimpan di ruang pendingin. Selanjutnya daging tersebut akan dikirim untuk menjalani uji laboratorium di Balai Besar Venteriner Wates, Jogjakarta. Dari situ, hasil uji laboratorium tersebut akan diketahui sekitar satu minggu ke depan.

Nantinya, jika ada daging yang mengandung zat berbahaya, dispertapan akan menindaklanjuti pedagang. Hal itu untuk mengetahui di mana daging tersebut didapat. ”Ini sebagai antisipasi. Sebab, berdasarkan uji laboratorium belum ditemukan daging yang mengandung zat berbahaya,” jelas Didik.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia