Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Rusunawa Prigi Terancam Mubazir, Hingga Kini Masih Dihuni Empat KK

25 Oktober 2019, 09: 55: 52 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

SEPI PENGHUNI: Rusunawa yang berada di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, hingga kini tak berfungsi optimal.

SEPI PENGHUNI: Rusunawa yang berada di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, hingga kini tak berfungsi optimal. (SUBYANTORO FOR RATU)

WATULIMO, Radar Trenggalek - Dinas perumahan kawasan permukiman dan lingkungan hidup (PKPLH) berencana mengoptimalkan fungsi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang berada di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. "Kami akan mencari jalan tengah untuk mengetahui akar masalahnya, kenapa warga enggan untuk menempati bangunan tersebut," kata Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Permukiman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Subyantoro.

Suby, sapaan akrabnya mengatakan, untuk mengetahui akar permasalahan kenapa para nelayan enggan menghuni rusunawa, pihaknya berencana melakukan pendekatan dengan menyurvei alasan para nelayan. Dengan survei itu, diharapkan nantinya akan didapat aspirasi para nelayan sehingga pihaknya dapat mencari jalan tengah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. "Dari informasi yang kami terima selama ini, belum tentu semua benar adanya. Kabarnya para nelayan tidak terbiasa tinggal di rusunawa yang notabene luas ruangannya sangat terbatas," katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak langsung menyimpulkan kebenaran informasi tersebut. Pihaknya tetap menghimpun dan mencari informasi lain sampai menemukan alasan yang jelas.

Di sisi lain, Suby meninjau keberadaan rusunawa dinilai efektif dan efisien untuk tempat tinggal sementara bagi para nelayan. Indikasinya, biaya sewa rusunawa tergolong ekonomis. Karena biaya sewa per bulannya mulai Rp 55 ribu per bulan. 

Setiap penghuni dapat menghuni rusunawa selama 10 tahun. Pasalnya, estimasi hunian dalam kesempatan pertama yakni lima tahun. Penghuni itu pun dapat memperpanjang jangka waktu huniannya sekali lagi, yakni selama lima tahun juga. Luas kamar yang telah disediakan itu pun tak lain dari rumah tipe 36. Luas itu cukup untuk dihuni satu keluarga. "Tujuan awal rusunawa memang menyediakan tempat tinggal sementara. Ketika penghuni sudah dapat tempat tinggal yang baru, dia diperkenankan untuk pindah," ujarnya.

Kendati demikian, Suby masih penasaran mengapa dengan biaya sewa rusunawa yang ekonomis itu, tidak membuat warga nelayan tertarik mengoptimalikan peran rusunawa. Bahkan, dari 50 ruangan yang disediakan, yang sudah bersedia menghuni rusunawa tidak mencapai 10 KK. "Sementara ini ada empat KK yang menghuni rusunawa," katanya.

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia