Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Kasus Keracunan Permen Berbentuk Spray: Dua Siswa Boleh Pulang

25 Oktober 2019, 10: 01: 41 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Kasus Keracunan Permen Berbentuk Spray: Dua Siswa Boleh Pulang

KOTA, Radar Tulungagung – Setelah mendapat perawatan di Puskesmas Tunggangri dan Kalidawir, akhirnya dua siswa RA Al Wathoniyah, Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir, yang bernama Ahmad Nofal Kalis dan Akila Gibria Ziski diperbolehkan pulang. Kondisi keduanya berangsur pulih setelah sebelumnya mengalami mual, muntah, dan pusing akibat mengonsumsi permen dalam botol yang menyerupai semprotan atau spray.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tulungagung Anna Sapti Saripah mengatakan, pada Rabu (23/10) pukul 11.00, dua bocah tersebut dilarikan ke Puskesmas Tunggangri. Karena membutuhkan observasi lebih lanjut, keduanya dirujuk ke Puskesmas Kalidawir. “Alhamdulilah kondisinya sudah membaik dan stabil. Bahkan, sekarang sudah boleh pulang,” jelasnya ketika ditemui kemarin (24/10).

Anna melanjutkan, dari kejadian tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan epidemiologi. Atau investigasi dan pengumpulan data untuk mencari tahu penyebab dari kejadian tersebut. Dari hasil pengamatan di lapangan, ditemukan ada sekitar 20 siswa yang mengonsumsi jajanan tersebut. Namun dari 20 siswa tersebut, hanya ada dua siswa yang mengalami mual dan muntah. Meski demikian, hingga hari ini (kemarin, Red) pihaknya masih terus melakukan pengamatan dan pengumpulan data. “Dari 20 anak ini, hanya ada dua saja yang sakit, lainnya tidak. Untuk itu, kami masih terus lakukan observasi lebih lanjut lagi,” terangnya.

Disinggung mengenai penyebab kejadian, wanita berkacamata ini pun mengaku belum bisa memastikan penyebab mual dan muntah yang dialami oleh Ahmad Nofal Kalis dan Akila Gibria Ziski. Namun, sampel makanan dan muntahan dari pasien telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Surabaya untuk dilakukan observasi lebih lanjut. “Masih harus ada observasi lagi, seperti me-recall 24 jam sebelumnya mereka konsumsi apa. Karena bisa jadi penyebabnya bukan karena jajanan tersebut. Jadi masih harus kami pastikan,” imbuhnya.

Agar kejadian serupa tak kembali terulang, dia pun memberikan penyuluhan pada pihak sekolah, terutama guru dan wali murid untuk lebih memperhatikan kesehatan pangan yang ada di lingkup sekolah. Seperti menjaga kebersihan makanan dan bagaimana memilih jajanan yang aman dan sehat. Tak hanya itu, dia pun mengimbau pada pihak desa untuk turut melakukan pengamanan pada para pedagang makanan. Terutama yang ada di sekitar sekolah. “Butuh kerja sama bersama dari berbagai pihak untuk permasalahan ini agar tidak terulang kembali,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Nofal Kalis dan Akila Gibria Ziski, dua siswa RA Al Wathoniyah, Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir, harus dilarikan ke Puskesmas Tunggangri, Rabu (23/10) lalu. Itu setelah dua siswa kelas B tersebut membeli minuman dalam botol yang menyerupai semprotan dan diminum. Dua siswa itu tersebut langsung mual, muntah, pusing, hingga lemas. Diduga, keduanya keracunan akibat mengonsumsi jajanan itu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Koran ini, tidak hanya Ahmad Nofal Kalis dan Akila Gibra Ziski yang membeli minuman tersebut, tetapi sejumlah siswa RA Al Wathoniyah, Jabon membeli, minuman yang dikemas dalam dengan botol semprotan (spray). Minuman yang memiliki berbagai pilihan rasa tersebut dibeli dari seorang pedagang mainan di lingkungan sekolah saat jam istirahat sekitar pukul 09.30. Setidaknya ada 20 siswa yang mengonsumi jajanan tersebut.

(rt/nda/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia